Harga Bahan Pokok Naik, Penjual Makanan Keluhkan Penurunan Konsumen Selama Bulan Ramadhan
Jumat, 27 Februari 2026 | 15:30 WIB
Warga Rembang meramaikan kampung ramadhan yang ada di Jalan dr. Subroto, Rembang, Jawa Tengah. (Foto: NU Online/Ayu Lestari)
Rembang, NU Online
Harga bahan pokok selama bulan Ramadhan mengalami kenaikan di sejumlah daerah, termasuk di Rembang, Jawa Tengah. Kondisi tersebut berdampak pada penurunan daya beli masyarakat dan memengaruhi omzet para penjual makanan.
Dewi Septiana, penjual minuman es, jus buah, serta makanan penyetan dengan harga terjangkau di sebuah kedai di Rembang, mengaku jumlah pembeli menurun drastis dibandingkan hari-hari sebelum Ramadhan.
“Sebelum Ramadhan keuntungannya bisa stabil. Kalau di bulan puasa tahun ini menurun,” ungkap Dewi kepada NU Online, Jumat (27/2/2026).
Meski demikian, ia tidak mengubah jam operasional selama bulan Ramadhan. Ia justru menambah menu musiman yang banyak diminati saat berbuka puasa, seperti es buah, es kuwut, dan es blewah. “Saya buat masing-masing 30 porsi untuk es buah, es kuwut, dan es blewah,” ujarnya.
Namun, ia melihat pola belanja pelanggan berubah. Konsumen cenderung membeli porsi lebih kecil untuk menghemat pengeluaran. “Kalau dibuat porsi besar, cenderung tidak ada yang beli,” tambahnya.
Menurut Dewi, kondisi ekonomi saat ini sangat berpengaruh terhadap pendapatan warungnya. Ia mengaku omzet selama Ramadhan turun hampir 50 persen dibanding hari biasa.
Selain daya beli menurun, harga bahan pokok juga mengalami kenaikan. Ia menyebut harga telur mencapai Rp33 ribu per kilogram, gula Rp19 ribu per kilogram, cabai setan Rp85 ribu per kilogram, dan cabai merah Rp45 ribu per kilogram.
Harga sejumlah buah seperti naga, semangka, alpukat, dan blewah juga mengalami peningkatan di pasaran setempat.
Dewi menambahkan, persaingan dengan pedagang musiman yang bermunculan saat Ramadhan turut memengaruhi jumlah pembeli. “Selama bulan Ramadhan pasti pedagang musiman banyak. Perekonomian tahun ini juga sedang tidak baik-baik saja,” tandasnya.
Ia berharap setelah Ramadhan berakhir, harga bahan pokok dan kondisi ekonomi masyarakat dapat kembali stabil sehingga daya beli pulih.