Tiga Jurnalis Indonesia Bersama Aktivis Ditangkap Israel, Dewan Pers Minta Pemerintah Bertindak
NU Online · Selasa, 19 Mei 2026 | 16:30 WIB
Suci Amaliyah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Sebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI), termasuk tiga jurnalis dari Republika dan Tempo, ditangkap Angkatan Laut Israel di perairan internasional saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza, Palestina, Senin (18/5/2026).
Angkatan Laut Israel mencegat dan menangkap kru serta awak kapal Global Sumud Flotilla 2.0, koalisi masyarakat sipil internasional yang berupaya mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat meminta pemerintah Indonesia menggunakan jalur diplomatik untuk membebaskan para wartawan dan warga sipil Indonesia lainnya yang ditangkap militer Israel.
“Termasuk membantu pemulangannya ke Indonesia,” kata Komaruddin dalam keterangan yang diterima NU Online, Selasa (19/5/2026).
Dewan Pers, lanjut dia, telah berkomunikasi dengan pemimpin redaksi Republika dan Tempo TV guna mengetahui perkembangan peristiwa tersebut.
“Kedua media tersebut mendapatkan informasi yang terkonfirmasi soal penangkapan terhadap jurnalisnya pada Senin malam waktu Jakarta,” ujarnya.
Pihaknya juga mengecam tindakan militer Israel yang melakukan pencegatan dan penangkapan terhadap jurnalis Indonesia bersama awak sipil lainnya di perairan internasional saat perjalanan menuju Gaza, Palestina.
Diketahui, armada Global Sumud berangkat dari Kota Marmaris, Turki, Kamis (14/5/2026), dengan melibatkan 54 kapal dan awak dari sekitar 70 negara. Armada tersebut membawa bantuan makanan dan obat-obatan untuk warga Gaza.
Armada itu memasuki perairan internasional dan berada sekitar 310 mil laut dari Gaza saat dicegat militer Israel.
Dalam peristiwa tersebut, jurnalis Tempo Andre Prasetyo Nugroho dilaporkan hilang kontak setelah kapal logistik kemanusiaan yang ditumpanginya, Ozgurluk, dicegat militer Israel pada Senin.
Produser TV Tempo Dheayu Jihan mengatakan komunikasi terakhir dengan Andre tercatat pada Ahad malam sekitar pukul 22.42 WIB. Dalam komunikasi itu, Andre mengabarkan posisinya mulai memasuki zona merah.
Selain Andre, dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, juga dilaporkan ikut ditangkap dalam intersepsi militer Israel terhadap armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional.
Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin mengecam tindakan intersepsi yang dilakukan militer Israel terhadap armada bantuan tersebut. Menurutnya, tindakan itu merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, dan kebebasan sipil.
“Para relawan datang bukan membawa senjata, melainkan solidaritas, obat-obatan, bantuan logistik, dan suara nurani dunia bagi warga sipil Palestina yang selama berbulan-bulan menghadapi blokade, kelaparan, dan agresi tanpa henti,” demikian pernyataan sikap Republika.
Terpopuler
1
KH Miftachul Akhyar Resmi Terpilih Menjadi Rais Aam PBNU Masa Khidmah 2026–2031
2
Sidang Pleno Muktamar NU Sepakati Ketum PBNU Dipilih melalui AHWA
3
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
4
Terpilih, Ini Profil 9 Anggota AHWA Muktamar Ke-35 NU
5
Gus Yahya Minta Massa Pendukung Gus Yusuf Tenang: Potensi Besar Harus Tetap Diakomodasi untuk NU
6
Profil KH Nurul Huda Djazuli Ploso, Anggota Ahwa yang Fokus Belajar dan Mengajar
Terkini
Lihat Semua