Hujan dan Banjir Tak Surutkan Cinta Jamaah pada Maulid Nabi di 5 Rajab Sekumpul
Selasa, 30 Desember 2025 | 14:30 WIB
Martapura, NU Online
Rutinan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Mushalla Ar Raudhah, Sekumpul, Martapura, kembali menyita perhatian publik. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada Minggu malam (28/12/2025).
Jutaan jamaah dari berbagai daerah memadati kawasan Sekumpul untuk menghadiri kegiatan maulid momen 5 rajab yang telah menjadi agenda spiritual umat Islam lintas daerah dan negara tersebut.
Kapolers Banjar AKBP Fadli mengatakan bahwa perkiraan sekitar 4,9 juta jamaah hadir dalam peringatan 5 Rajab tersebut.
"Adapun jumlah jamaah, diperkirakan sekitar 4.950.000-an jamaah," tegasnya.
Adapun Polda Kalsel, dikatakan meminta bantuan pasukan sebanyak 750 personel ke Mabes Polri untuk membantu pengamanan agenda momen 5 Rajab tersebut. Selain itu, Polda Kalteng juga turut membantu pengamanan.
Jamaah datang tidak hanya dari berbagai wilayah di Kalimantan, tetapi juga dari luar pulau, bahkan dari mancanegara. Antusiasme jamaah terlihat sejak beberapa hari sebelum puncak acara.
Abdillah, jamaah asal kabupaten tabalong kalimantan selatan mengatakan bahwa dirinya bersyukur bisa hadir kembali dalam momen lima rajab tersebut.
"Alhamdulillah saya bisa hadir kembali di momen 5 Rajab ini, dan alhamdulillah kali ini saya bisa duduk di komplek Arraudah, walaupun saya harus jalan kaki ± 4 kilo meter. Walaupun acaranya tidak ada bedanya dengan Maulid rutinan tiap malam senin," tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa pengelolaan lalu lintasnya sangat bagus. "Dan tahun ini pengelolaan lalu lintas nya sangat bagus, sehingga tidak menimbulkan kemacetan saat acara selesai, padahal jumlah jamaahnya tidak kaleng-kaleng," katanya.
Martapura mulai macet sejak satu pekan sebelum acara maulid tersebut digelar. Info dari Satlantas Polda Kalsel dan Dishub Provinsi Kalsel, bahwa jalan utama (Jl. Jendral A. Yani) ditutup total sejak jam 2 siang pada minggu siangnya, karena jalan sudah dipadati oleh jamaah. Meski begitu saat jamaah pulang, lalu lintas tidak macet dan relatif lancar.
Moda transportasi jamaah pun tidak hanya ditempuh melalui jalan darat, tetapi juga jalan sungai, puluhan sampai ratusan kelotok (perahu kayu bermesin diesel) berlalu lalang di sungai Martapura.
Menariknya, pelaksanaan kegiatan berlangsung di tengah hujan gerimis yang mengguyur kawasan Martapura. Namun kondisi cuaca tersebut sama sekali tidak mengurangi semangat dan kekhusyukan jamaah dalam bershalawat dan mengikuti rangkaian acara Maulid Nabi.
Tak hanya itu, banjir yang melanda sejumlah wilayah di Martapura juga tidak menyurutkan khidmah para relawan. Meski sebagian besar dari mereka turut terdampak musibah banjir, semangat melayani jamaah tetap dikedepankan. Para relawan dengan tulus membantu pengaturan lalu lintas, konsumsi, kesehatan, hingga tempat istirahat jamaah.
Salah satu keunikan 5 Rajab Sekumpul adalah kuatnya budaya gotong royong masyarakat. Rest area tersedia di berbagai titik, lengkap dengan layanan tambal ban gratis, warung makan gratis, hingga pembagian bahan bakar secara cuma-cuma. Semua itu dilakukan secara swadaya sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah dan Abah Guru Sekumpul
Selain itu, penginapan gratis juga tersebar luas, baik di rumah warga, musala, hingga berbagai fasilitas umum. Bahkan, sebuah gereja Katolik di Banjarbaru turut membuka pintunya untuk dijadikan tempat penginapan dan menyediakan makan gratis bagi jamaah. Hal ini menjadi cermin indahnya toleransi dan persaudaraan antarsesama anak bangsa.
Peringatan 5 Rajab Sekumpul bukan sekadar agenda keagamaan, tetapi juga menjadi simbol kuatnya nilai cinta Nabi dan ulama, solidaritas sosial, dan Islam rahmatan lil ‘alamin yang hidup dan tumbuh di tengah masyarakat. Di tengah hujan dan banjir, cahaya shalawat tetap menyala, menyatukan jutaan hati dalam satu tujuan, yakni meneladani Rasulullah dan Abah Guru Sekumpul.
Kontributor: Fahri