Kasus Kekerasan Seksual dalam Konten Sumpah Pocong, Gus Idris dan Asisten Dilaporkan ke Polres Malang
NU Online · Sabtu, 28 Februari 2026 | 17:45 WIB
Muhammad Idris Al-Marbawy atau Gus Idris (kiri) didampingi Kuasa Hukum Gus Idris, Guntur Putra Abdi Wijaya SH.(Foto: beritajatim)
Suci Amaliyah
Kontributor
Jakarta, NU Online
[Peringatan: Artikel ini mengandung deskripsi tentang kekerasan seksual yang bisa menimbulkan ketidaknyamanan atau trauma. Utamakan selalu keamanan dan kenyamanan membaca Anda]
Kasus kekerasan seksual yang dialami talen perempuan syuting sumpah pocong yang menyeret pendakwah sekaligus pengasuh Pesantren Thoriqul Jannah Muhammad Idris Al-Marbawy terus bergulir di Polres Malang.
Kasat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (Satres PPA) Polres Malang, AKP Yulistiana Sri Iriana menyampaikan, sebanyak lima korban telah melaporkan dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang dialamatkan kepada Gus Idris dan asistennya.
"Laporannya ada dua terkait dugaan TPKS, yakni kepada Gus Idris dan asisten pribadinya. Keduanya sebagai terlapor," kata Yulistiana dikutip dari Berita Jatim.
Sebelumnya, Salah satu korban (S) membagikan pengalamannya menjadi korban manipulasi dan pelecehan berkedok pekerjaan photoshoot dan akting. Peristiwa tersebut terjadi pada pertengahan Juli.
Awalnya, S mengaku menerima tawaran pekerjaan sebagai MUA sekaligus talent akting namun sesampainya di lokasi S justru mengalami pelecehan.
S mengungkapkan saat itu asistenya menceritakan bahwa Idris kesepian, butuh dambaan hati. Oleh asisten, S kemudian dibawa Idris dan S mengaku mengalami tindakan yang membuatnya sangat tidak nyaman dan tertekan.
"S butuh saya, saya juga butuh S. jangan sedih mbak S gausah sedih, aku bakal kasih sampean (kamu) penangkalnya dengan dzikir-dzikir. Saya akan kasih dzikir itu kalau mbak S sudah selesai dengan apa yang saya mau," katanya.
"Aku sudah sakau, kamu tau sakau S? dengan polos dan macak goblok (pura-pura tidak tahu) aku jawab "Mboten gus, apa itu sakau (padahal paham) cuman aku macak goblok aja biar aku ga di apa-apain," kata S.
Ia merasa terpaksa menuruti situasi karena ketakutan, sebelum akhirnya berpura-pura tertidur demi menghindari hal yang lebih buruk. Setelah beberapa saat, ia berhasil keluar dari kamar dengan alasan kelelahan.
"Aku bilang kalau aku ngantuk terus beliau ini sepertinya merasa di-php karena aku enggak melayani beliau (lah katene najis banget) kalo aku kena HIV gimana? kalau aku kena sifilis gimana? Beliau janjiin aku juga uang dengan nominal lumayan."
Idris sempat membuat klarifikasi melalui akun instagram pribadinya @gusidrisofficial. Dalam video yang diunggah Selasa (3/2/2026) malam, Idris didampingi seorang wanita dan dua pria memberikan pernyataan menyangkal tuduhan dan framing yang dialamatkan kepada dirinya.
"Saya ingin menanggapi melalui tuduhan-tuduhan pelecehan seksual yang beredar di media sosial. Saya menyatakan dengan tegas tuduhan tersebut tidak berdasarkan pada fakta yang sebenarnya," kata Idris.
Ia mengaku siap menjalani konsekuensi hukum yang berlaku demi mengungkap kebenaran. "Kami sangat menyayangkan adanya tuduhan tanpa bukti konkret yang merugikan nama baik saya dan keluarga saya tapi saya akan bersikap kooperatif," tandasnya.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Ramadhan dan Kesempatan yang Tidak Selalu Terulang
2
Innalillah, Ulama Mazhab Syafii asal Suriah Syekh Hasan Hitou Wafat dalam Usia 83 Tahun
3
Kultum Ramadhan: Lebih Baik Sedikit tapi Istiqamah
4
Khutbah Jumat: Ramadhan, Melatih Sabar, Memperkuat Syukur
5
Keluar Mani yang Tidak dan Membatalkan Puasa
6
Khutbah Jumat: Tiga Kebahagiaan Orang Puasa
Terkini
Lihat Semua