Daerah

IPNU-IPPNU DIY 2026-2029 Dilantik, Siapkan Kader Progresif

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:00 WIB

IPNU-IPPNU DIY 2026-2029 Dilantik, Siapkan Kader Progresif

Pelantikan IPNU-IPPNU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masa khidmat 2026-2029, Ahad (23/8/2026). (Foto Yulia D Kustari)

Yogyakarta, NU Online

Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PW IPPNU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masa khidmat 2026-2029 resmi dilantik di Universitas Alma Ata Yogyakarta, Ahad (23/8/2026).

 

Pelantikan tersebut menjadi momentum penguatan organisasi dan kolaborasi sekaligus menegaskan kesiapan pelajar Nahdlatul Ulama (NU) dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.


Prosesi pelantikan dihadiri perwakilan Gubernur DIY, Faisol Muslim selaku Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Pemda DIY, Tanfidziyah PWNU DIY Ahmad Zuhdi Muhdlor, Rais Syuriyah PWNU DIY Mas’ud Masduki, Ketua PP IPNU Muhammad Agil Nuruz Zaman, Ketua PP IPPNU Whasfi Velasufah, perwakilan Rektor Universitas Alma Ata Ahmad Yunadi, serta sejumlah badan otonom NU dan organisasi pelajar serta kepemudaan di DIY.

 

Ketua PW IPNU DIY Nadru Aulia Rahman menegaskan pentingnya mengembalikan organisasi sebagai ruang tumbuh bagi generasi muda. Menurutnya, IPNU harus mampu mendorong kembali minat pelajar untuk berorganisasi sekaligus menjadi wadah pengembangan potensi dan pengabdian kepada masyarakat.

 

“Kami berharap IPNU DIY dapat mendorong kembali minat generasi muda dalam berorganisasi, menjadikan IPNU sebagai ruang bagi generasi muda untuk tumbuh, berkembang, dan dapat memberi dampak kepada masyarakat,” ujarnya.

 

Dalam menjalankan amanah kepengurusan selama tiga tahun ke depan, Nadru juga meminta doa, nasihat, dan dukungan dari para senior, PWNU DIY, badan otonom NU, serta Pemerintah Daerah DIY.


Sementara itu, Ketua PW IPPNU DIY Nurul Faroh Almuna membawa visi “memperkuat akar dan menjulang tinggi” sebagai pijakan kepengurusan 2026-2029.

 

“Kami ingin memperkuat internal organisasi dengan tertib administrasi, menjalankan profesional organisasi, dan menguatkan kolaborasi pentahelix dengan berbagai stakeholder untuk bersama-sama mewujudkan pelajar DIY yang progresif dan berdampak,” katanya.

 

Tekankan Kualitas Kader

Ketua PP IPNU Muhammad Agil Nuruz Zaman menyoroti pentingnya pengembangan kualitas kader sebagai kekuatan utama organisasi. Ia menyebut NU DIY telah menerapkan pendekatan resource based view dengan menjadikan sumber daya manusia sebagai kekuatan strategis untuk melahirkan kader-kader unggul.


Agil mengingatkan pengurus baru agar tidak hanya berambisi melakukan perubahan besar terhadap organisasi, tetapi memulainya dari peningkatan kualitas diri.

 

“Setelah dilantik, saya berharap rekan-rekanita jangan hanya diam. Jangan terlalu mimpi besar membenahi IPNU. Tanpa kalian, IPNU sudah baik. Yang dilakukan adalah memperbaiki diri kita, mempersiapkan diri dengan baik agar NU masa depan dan masa depan NU terwujud dari IPNU dan IPPNU,” tuturnya.


Menurut Agil, transformasi organisasi tidak dapat dilepaskan dari peningkatan kualitas kader. IPNU dan IPPNU diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga memiliki kapasitas profesional untuk menjawab kebutuhan masyarakat.


Senada, Ketua PP IPPNU Whasfi Velasufah mengingatkan agar gagasan “Gerakan Pelajar Progresif yang Berdampak” tidak berhenti sebagai jargon.

 

“Gerakan tersebut harus diterjemahkan menjadi komitmen dan kerja nyata. Bagi para pengurus yang baru dilantik, prosesi pelantikan bukanlah titik akhir, melainkan awal dari perjalanan dan perjuangan,” ujarnya.

 

Whasfi menilai DIY yang dikenal sebagai kota pelajar memiliki posisi strategis dalam pengembangan gerakan pelajar. Karena itu, IPNU-IPPNU DIY diharapkan mampu menjadi salah satu barometer dalam mempersiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.

 

Kontributor: Yulia D Kustari