Daerah

Liga Santri Nusantara Sumatera I Digelar Awal September

Kamis, 19 Juli 2018 | 14:30 WIB

Banda Aceh, NU Online
Liga Santri Nusantara (LSN) Regional Sumatera I Aceh 2018 kembali bergulir. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh ditunjuk menjadi penanggung jawab turnamen sepak bola yang diikuti santri dayah yang ada di Aceh. Kick off direncanakan dimulai Sabtu (1/9) di Stadion Krueng Mane, Muara Batu, Aceh Utara dengan mengambil tema From Dayah to The World.

Kompetisi LSN Sumatera I Aceh ini bergulir 1 hingga 10 September. Juara seri region akan berlaga di Seri Nasional di Jawa Tengah, Solo pada pekan ketiga September nanti. LSN merupakan turnamen resmi yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga bekerjasama dengan organisasi Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama. Untuk penyelenggaraan, PWNU Aceh berkoordinasi dengan Dispora Aceh, Dinas Pendidikan Dayah, Asprov PSSI Aceh dan dengan beberapa pegiat olahraga.

Hal ini disampaikan oleh koordinator regional, Iskandar Zulkarnaen kepada awak media di Kantor PWNU Aceh, jalan Ir Mohd Thahier No 9, Komplek Dayah Thalibul Huda, Bayu-Lamcot, Darul Imarah , Aceh Besar.

“Panitia mengharapkan turnamen sepak bola U-17 untuk kalangan santri 2018 berlangsung lebih seru dari tahun sebelumnya,” katanya, Rabu (18/7).
Hal tersebut mengingat pelaksanaannya sengaja dilakukan di Krueng Mane untuk memudahkan sebagian besar dayah untuk ikut serta, lanjutnya. 

Pertandingan LSN 2018 direncanakan berlangsung di Stadion Krueng Mane, Muara Batu, Aceh Utara. “Kita telah meminta PSSI untuk menurunkan tim talent scouting yang akan memantau sekaligus membuat data statistik para pemain sejak kick off hingga babak final nanti," kata Wakil Ketua PWNU Aceh ini.

Panitia mengharapkan agar sejumlah dayah di Aceh, khususnya di regional Sumatera 1 yaitu Sabang, Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa dan Tamiang, dapat mengambil bagian dalam even ini. “Kegiatan ini, disamping menjadi ajang silaturahim juga dalam rangka menggali potensi dan prestasi olahraga di kalangan santri,” imbuhnya.

Seperti pelaksanaan tahun sebelumnya, kali ini LSN 2018 Region Sumatera I Aceh kembali memperebutkan Piala Gubernur Aceh. “LSN 2018 tetap mengedepankan karakter seorang santri, yaitu sikap saling menghargai dan berakhlakul karimah,” ungkapnya. 

Hal ini berlaku untuk para pemain, penyelenggara dan pendukung kesebelasan yang bertanding. “Jangan heran kalau ada pemain LSN diberi kartu kuning, justru sang pemain langsung mencium tangan wasitnya,” kata Iskandar.

Penyelenggaraan LSN 2018 didukung penuh tokoh dan praktisi sepakbola antara lain H Zulfadli (Adek) H Nazaruddin (Dek Gam), H Zaini Yusuf, Teuku Moni, dan beberapa tokoh lain.

Pihaknya bekerja sama dengan Pemerintah Aceh, dalam hal ini Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Dinas Pendidikan Dayah  dan PSSI Aceh untuk pelaksanaan. “Kami berharap dukungan semua pihak untuk suksesnya kegiatan ini, “ tutur dosen Unimal ini.

Pendaftaran Diperpanjang
Pendaftaran keikutsertaan klub sudah mulai dari Juli hingga 25 Agustus, mengingat pelaksanaan turnamen baru dimulai 1 September. “Maka hasil keputusan rapat panitia, jadwal pendaftaran peserta diperpanjang sampai 25 Agustus ,” jelasnya. 

Untuk pendaftaranya dapat langsung membawa berkas pendaftaran ke Sekretariat LSN Regional Sumatera I Aceh, Kantor PW NU Aceh di jalan  Ir  Mohd  Thahier No  9, Komplek Dayah Thalibul Huda,  Bayu , Lamcot,  Kecamatan  Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar. Atau dapat dilakukan dengan menghubungi ketua panitia pelaksana Indra Kariadi dengan nomor gawai 0852 6016 7216 dan sekretaris panitia pelaksana T Barbawi,  di 0823 6350 5310. Panitia tidak memungut biaya  pendaftaran untuk kompetisi ini.

Bagi dayah atau pesantren yang berminat ikut, panitia akan mengirimkan undangan dan form pendaftaran peserta, pelatih dan official untuk didaftarkan sebagai peserta LSN 2018. “Pendaftaran ini akan dilakukan online dan didaftar dalam sistem registrasi LSN secara nasional,” ungkapnya. 

Panitia mensyaratkan beberapa ketentuan yang harus dipenuhi oleh peserta klub, di antaranya bahwa setiap klub harus mempunyai dua set kostum yang beda warna dengan ukuran sebatas tingkat kepatuhan.

Pendaftaran pemain secara kolektif dan individu yakni formulir dibuat dalam bentuk buku atau album rangkap tiga dengan melampirkan sejumlah persyaratan. Untuk lebih jelasnya dapat menghubungi panitia. (Indra kariadi/Ibnu Nawawi)


Terkait