Daerah

PCNU Aceh Utara Soroti Bantuan Pascabanjir, Penyintas Harap Bantuan Jatah Hidup Segera Cair

Kamis, 16 April 2026 | 07:00 WIB

PCNU Aceh Utara Soroti Bantuan Pascabanjir, Penyintas Harap Bantuan Jatah Hidup Segera Cair

Abati Mukhtar koordinator bantuan PCNU Aceh Utara saat bersama dengan Ketua PWNU Aceh Abu Sibreh ketika mengunjungi korban banjir di Aceh Utara (Foto: Helmi Abu Bakar/NU Online)

Aceh Utara, NU Online

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Aceh Utara menyoroti lambannya pencairan bantuan bagi penyintas banjir di Kabupaten Aceh Utara. Hingga kini, bantuan jatah hidup (jadup), pemulihan ekonomi, dan isi hunian belum juga diterima masyarakat, meski bencana telah berlalu lebih dari lima bulan.


Di sejumlah wilayah terdampak seperti Kecamatan Muara Batu, warga masih bertahan dalam keterbatasan. Bantuan bahan pangan yang sebelumnya rutin diberikan kini mulai berkurang, sementara kebutuhan dasar masyarakat belum sepenuhnya terpenuhi.


Sekretaris Desa Bungkah, Zulkarnaini, menyebutkan masyarakat terus mempertanyakan kejelasan bantuan yang dijanjikan pemerintah. Hal senada disampaikan Keuchik Ulee Madon, Zulfikri Idris, yang mengaku kerap menerima keluhan warga.


“Kami hanya bisa meminta masyarakat bersabar. Data sudah diserahkan ke pemerintah kabupaten, sekarang tinggal menunggu realisasi,” ujarnya kepada NU Online, Rabu,(15/4/2026).


Koordinator bantuan PCNU Aceh Utara Abati Mukhtar mnegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan kebutuhan mendesak bagi masyarakat terdampak.


Menurutnya, kondisi di hunian sementara (huntara) masih jauh dari layak, terutama karena minimnya fasilitas dasar seperti dapur dan perlengkapan rumah tangga.


“Bantuan jadup, pemulihan ekonomi, dan isi hunian ini sangat penting. Ini bukan sekadar program, tetapi menyangkut keberlangsungan hidup masyarakat yang sedang berjuang bangkit dari bencana,” ujarnya.


Ia juga menilai bahwa keterlambatan pencairan dapat berdampak luas terhadap kondisi sosial dan ekonomi warga. Oleh karena itu, PCNU Aceh Utara mendorong adanya percepatan proses penyaluran bantuan serta peningkatan koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.


“Sinergi harus diperkuat agar bantuan tidak terhambat di tingkat administrasi. Transparansi juga penting agar masyarakat merasa dilibatkan dan tidak kehilangan kepercayaan,” tambahnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Utara Fakhrurradhi menyatakan bahwa pemerintah daerah telah mengusulkan bantuan kepada Kementerian Sosial RI untuk 4.043 warga terdampak banjir.


“Kami sudah mengusulkan bantuan sekitar dua pekan lalu. Saat ini kami masih menunggu jadwal pencairan dari kementerian,” ujarnya.


Ia menambahkan bahwa penyaluran bantuan nantinya akan dilakukan melalui Kantor Pos Indonesia, dan pihaknya akan segera mengumumkan jadwal kepada masyarakat setelah dana tersedia.


PCNU Aceh Utara juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana. Menurut mereka, solidaritas sosial menjadi kekuatan penting di tengah keterbatasan yang masih dirasakan warga.


Selain itu, PCNU menekankan bahwa penanganan pascabencana harus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya berhenti pada tahap tanggap darurat, tetapi juga menyentuh pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat secara menyeluruh.


“Bencana mungkin telah berlalu, tetapi dampaknya masih dirasakan hingga hari ini. Karena itu, kehadiran semua pihak sangat dibutuhkan agar masyarakat bisa segera bangkit,” tutup Abati Mukhtar.


Dengan kondisi yang ada, masyarakat Aceh Utara kini berharap agar bantuan yang dijanjikan segera terealisasi, sebagai langkah awal untuk kembali menata kehidupan yang sempat terpuruk akibat bencana banjir.