Ramadhan di Desa Banai dan Lintang Bawah Aceh Tamiang: Krisis Air Bersih, Warga Masih Tinggal di Tenda
Sabtu, 7 Maret 2026 | 20:30 WIB
Bantuan air bersih NU Care Lazisnu PBNU dan Shoppe untuk warga terdampak bencana 20 titik di Aceh Tamiang pada Sabtu (27/3/2026). (Foto: NU Online/Suci)
Aceh Tamiang, NU Online
Memasuki Desa Banai, Kecamatan Karang Baru hingga Desa Lintang Bawah, Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, relawan disambut pemandangan rumah-rumah yang masih menyisakan lumpur sisa banjir. Sebagian bangunan roboh, sementara lainnya hanya menyisakan rangka dan potongan kayu.
Sebagian warga juga masih bertahan di tenda pengungsian atau bangunan darurat dari material kayu. Hawa panas terik matahari disertai debu terasa menyengat. Sudah hampir sebulan hujan tidak turun, membuat kondisi desa menjadi kering, sepi, dan berdebu.
Warga kini dihadapkan persoalan baru dari kekurangan air bersih. Di tengah hamparan kebun sawit yang tumbuh subur, sebagian warga justru kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Sebagian warga yang rumahnya rusak juga masih bertahan di tenda pengungsian sambil menunggu hunian dari pemerintah.
NU Care-LAZISNU PBNU menyalurkan bantuan air bersih dari Shoppe Barokah di 20 titik pengisian di wilayah Aceh Tamiang. Program ini bagian dari program Solidaritas Ramadhan bagi masyarakat yang terdampak banjir November 2025 lalu
Zainab, warga Dusun Keluarga di Desa Banai, mengatakan sebagian besar warga tidak memiliki akses air bersih yang memadai.
"PAM air tidak jalan. Rata-rata warga di sini memang tidak memakai PAM. Jadi sejak banjir sampai sekarang kami sangat mengharapkan bantuan air,” ujarnya.
Ia mengaku bantuan air bersih sangat berarti bagi kehidupan sehari-hari apalagi menjelang lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.
"Kalau tidak ada air, mandi bisa dua hari sekali saja. Air ini dipakai untuk masak, mencuci, dan juga untuk ibadah,” katanya.
Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU PBNU, Riri Khariroh, mengatakan distribusi air bersih dilakukan sebagai bagian dari program Solidaritas Ramadhan untuk warga terdampak bencana.
"Pada Ramadhan ini kami membantu warga dengan mendistribusikan air bersih sebagai bagian dari program Solidaritas Ramadhan LAZISNU,” kata Riri kepada NU Online, Sabtu (7/3/2026).
Ia menambahkan bantuan ini tak bisa terealisasi tanpa dukungan para donatur dan mitra kemanusiaan seperti Shoppe Barokah dan lainnya.
"Kamu juga ingin menyampaikan terima kasih kepada para donatur jaringan Tim NU peduli dari berbagai cabang dan para donatur yang telah menyalurkan bantuan melalui NU Care-Lazisnu," ungkapnya.
Cerita pilu juga disampaikan Bukhori, warga Lintang Bawah yang mengalami langsung dahsyatnya banjir beberapa waktu lalu.
Menurutnya, sebagian besar rumah warga di wilayah tersebut hanya satu lantai sehingga tidak memiliki tempat aman ketika air datang dengan cepat.
"Di sini hampir tidak ada rumah dua lantai. Waktu banjir saya bersama keluarga sampai bermalam di atas pohon rambutan selama dua malam," katanya.
Ia mengaku tidak berani turun karena arus air sangat deras saat itu.“Airnya sangat deras dan kami tidak punya alat apa pun," ujarnya.
Menanti Hunian Layak
Sunarti sudah dua bulan ini tinggal di tenda pengungsian di Desa Banai bersama suami dan anaknya setelah rumah mereka tersapu banjir bandang pada November 2025 lalu.
Tenda berukuran sekitar 4,5 x 4,5 meter itu berisi kasur yang cukup untuk tiga hingga empat orang. Di sudut tenda terdapat tumpukan pakaian, sementara bagian belakang dipasang terpal yang digunakan sebagai dapur dan tempat mencuci.
"Sudah dua bulan ini tinggal di sini, ya begini kondisinya,” ujar Sunarti.
Selama Ramadhan, Sunarti kerap membantu menyiapkan menu buka puasa dan sahur di dapur umum yang didirikan LAZISNU Jawa Timur di dekat tenda pengungsian.
Ia mengatakan hingga kini dirinya bersama warga lain yang masih tinggal di tenda masih menunggu janji pemerintah untuk menyediakan hunian sementara (huntara) atau hunian tetap (huntap).
"Kemarin dijanjikan huntara sebelum Ramadhan. Kalau bisa saat Hari Raya kami sudah mendapatkannya. Jangan sampai kami lebaran di tenda," ujarnya.