Demak, NU Online
Seperti sekolah kebanyakan, SMK Kiyai Ageng Jago Mranggen Demak, Jawa Tengah juga menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS kepada peserta didik baru.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di gedung sekolah setempat dan diikuti seluruh peserta didik baru.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari yakni sejak Senin hingga Rabu (16-18/7) tersebut, pihak sekolah memasukkan materi terkait Ahlussunnah wal Jamaah atau Aswaja.
“Dengan diberikan materi tentang NU, besar harapan peserta didik dapat mengerti jamiyah, bersikap moderat serta tidak radikal,” kata Muhammad Zuhri, selaku kepala sekolah, Senin (16/7).
Kiai Munadi selaku pamateri mengajak kepada peserta didik senantiasa semangat dan istikamah dalam mencari ilmu. “Sebab hukum mencari ilmu itu wajib dan tidak terbatasi oleh usia maupun waktu,” katanya,
Selanjutnya Katib NU Ranting Wringin Jajar Mranggen ini juga menjelaskan tentang pentingnya memahami NU dan Aswaja. “Karena NU mengajarkan kepada kita semua untuk bersikap rahmah, moderat, dan toleran kepada siapa pun,” jelasnya. Tidak gampang menganggap kafir orang lain, termasuk menyatakan bidah amalan orang lain, lanjutnya.
Kiai Munadi juga berpesan untuk senantiasa mengamalkan amalan Aswaja. “Yakni istighatsah, pembacaan manaqib, tahlil serta maulid Nabi yang selama ini sudah dilakukan para ulama dan kiai kita,” jelasnya.
Walaupun akhir-akhir ini banyak aliran ataupun paham yang menyatakan bahwa sejumlah amalan warga NU tersebut dinyatakan syirik.
Di ujung penjelasannya, Kiai Munadi mengajak melestarikan atau mengamalkan amalan yang sudah menjadi kebiasaan atau tradisi para ulama terdahulu. “Yakni pembacaan tahlil, manaqib, ziarah, mauled,” tandasnya. (Abdus Shomad/Ibnu Nawawi)