Daerah

Tradisi Idul Adha Pesantren Almanar Azhari, Santri Meriahkan dengan Takbir Keliling dan Lomba Masak Sate

Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:00 WIB

Tradisi Idul Adha Pesantren Almanar Azhari, Santri Meriahkan dengan Takbir Keliling dan Lomba Masak Sate

Ustad Faisal Achdiatna (paling kanan) saat menerima daging kurban NU Care-LAZISNU di Pondok Pesantren Almanar Azhari, Depok, Jawa Barat, Kamis (28/5/2026). (Foto: NU Online/Ella)

Depok, NU Online

Tradisi Idul Adha di Pondok Pesantren Almanar Azhari, Depok, berlangsung meriah. Perayaan tersebut ditandai dengan puasa bersama, takbir keliling, shalat berjamaah, hingga lomba masak sate antarsantri yang menumbuhkan kebersamaan dan kemandirian.


Ustadz Pondok Pesantren Almanar Azhari, Faisal Achdiatna, menyampaikan bahwa para guru turut merayakan Idul Adha bersama santri. Ia menuturkan, seluruh keluarga besar pesantren berkumpul di lingkungan pondok selama perayaan berlangsung.


“Ya, alhamdulillah, kami semuanya disini berada di pesantren selama perayaan Idul Adha bersama santri,” ujar Faisal saat ditemui NU Online di Pondok Pesantren Almanar Azhari, Depok, Jawa Barat, Kamis (28/5/2026).


Faisal menjelaskan bahwa rangkaian Idul Adha di Pesantren Almanar Azhari biasanya diawali dengan puasa Tarwiyah dan Arafah pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah. Tradisi tersebut, menurutnya, menjadi bagian penting sebelum pelaksanaan kurban.


Ia menambahkan, santri dibiasakan melaksanakan takbir bersama pada malam Idul Adha dengan berkeliling kampung sebagai syiar sekaligus pengumuman bahwa keesokan harinya akan digelar shalat Idul Adha berjamaah di pesantren bersama masyarakat.


“Dalam hal ini mereka harus bisa menghidupkan syiar pondok dengan mengikuti rangkaian kegiatan Idul Adha, termasuk lomba. Penilaiannya meliputi kebersamaan di antara mereka, kerja sama antar kelas, serta kerapihan bagaimana mereka bisa kompak,” jelas Faisal.


Ia juga mengatakan, anak-anak dibiasakan memasak bersama per kelas pada perayaan Idul Adha. Kegiatan tersebut dilakukan di kelas masing-masing sehingga tercipta suasana kebersamaan sekaligus menjadi bagian dari acara pesantren.


“Jadi itu salah satu kegiatan tahunan anak-anak di organisasi santri. Putri dengan putri, putra dengan putra. Mereka kita adakan lomba masak sate. Di situ kita lakukan kompetisi sekaligus memberikan penilaian, di antara mereka yang bisa menyajikan resep masakan yang bagus,” katanya.


Santriwati Pondok Pesantren Almanar Azhari, Uyainah Valleria, juga menyampaikan bahwa setiap malam menjelang Idul Adha biasanya diadakan takbir keliling bersama warga, santri, dan masyarakat sekitar. Seluruh lingkungan diundang untuk ikut serta dalam pawai obor sehingga suasana menjadi meriah dan penuh kebersamaan.

 

“Seru banget, karena itu kan momen setahun sekali ya. Jadi kita memang harus merayakan. Kita juga termasuk menjalin silaturahmi yang baik ke masyarakat. Kita memperkenalkan pesantren kami ke masyarakat, bahwa ini loh santri kita,” ungkapnya.


Hal serupa disampaikan Anggun Al Maghfirah, santri kelas 2 SMA. Ia mengaku senang mengikuti berbagai kegiatan di pesantren karena suasana Idul Adha di pesantren terasa ramai dan hangat.


“Seru banget Idul Adha di pesantren. Kita nggak pulang ke rumah, tapi ngerayain bareng-bareng di sini. Ada pawai obor, lomba masak sate,” pungkasnya.


Kontributor: Ahmad Syafiq Sidqi