Yogyakarta, NU Online
Sejumlah ikhtiar dilakukan Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta dalam membekali para mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan. Salah satunya dengan menggelar seminar terkait pasar modal.
Hal tersebut dilakukan program studi (Prodi) Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta yang akan menggelar kuliah umum pasar modal dengan tajuk Mengenal Investasi Pasar Modal.
“Selain dalam rangka memasuki perkuliahan sub blok pasar modal, kegiatan ini juga untuk memperkuat kerja sama Prodi Akuntansi UNU Yogyakarta dengan berbagai Badan Usaha Milik Negara atau BUMN yang tentunya bergerak di bidang ekonomi keuangan,” kata Anik Puji Handayani, Senin (16/7).
Kuliah umum terbuka untuk umum dan akan dilaksanakan Rabu (18/7). Kegiatan diisi langsung Bondan Pristiwandana selaku Direktur PT Danareksa (Persero) serta Dyah Kartika Rini selaku Komisaris PT Danareksa (Persero), lanjut Kepala Prodi Akuntansi UNU Yogyakarta tersebut.
Menurut Anik Puji Handayani, dalam kuliah umum ini para mahasiswa UNU Yogyakarta akan dikenalkan bagaimana melakukan investasi di pasar modal baik secara syariah maupun konvensional.
“Sehingga dari kegiatan ini mereka dapat lebih memahami dan mengenal secara komprehensif proses investasi pasar modal di Indonesia,” ungkapnya. Bahkan dirinya berharap akan banyak terbentuk kelompok diskusi pasar modal di kalangan mahasiswa perguruan tinggi NU di Indonesia. Sebab dinamika pasar modal dekade terakhir baik di Indonesia maupun internasional kian terus berkembang, lanjutnya.
“Selain itu, kami akan terus berupaya mendekatkan para mahasiswa akuntansi dengan berbagai stakeholder terutama perusahaan BUMN yang ada di Indonesia,” jelasnya. Nanti akan ada kerja sama lanjutan baik untuk program magang dan penelitian yang dibangun secara kolaboratif.
Untuk itulah, Prodi Akuntansi UNU akan terus menjajaki kerjasama dengan beberapa BUMN yang ada di Indonesia, terutama yang bergerak dalam bidang ekonomi. “Sehingga Prodi Akuntansi UNU akan semakin terdepan merespon tema-tema penelitian ekonomi keuangan dan syariah,” pungkasnya. (Bambang Arianto/Ibnu Nawawi)