Internasional

17 Kader NU Diwisuda di Al-Ahgaff, Ketua PCINU Yaman Torehkan Terobosan Filologi

Sabtu, 18 April 2026 | 20:00 WIB

17 Kader NU Diwisuda di Al-Ahgaff, Ketua PCINU Yaman Torehkan Terobosan Filologi

Kader NU yang diwisuda di Universitas Al-Ahgaff, Tarim, Yaman, pada Jumat (17/4/2026). (Foto: dok PCINU Yaman)

Tarim, NU Online

Malam wisuda Universitas Al-Ahgaff, Tarim, Yaman, pada Jumat (17/4/2026) menjadi catatan istimewa bagi Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Yaman. Dari ratusan wisudawan, sebanyak 17 kader NU resmi menyandang gelar sarjana, termasuk delapan pengurus inti PCINU Yaman.


Dalam momentum tersebut, perhatian juga tertuju pada capaian akademik Ustadz Juswandi, Ketua PCINU Yaman. Ia mencatatkan terobosan di bidang filologi dengan melakukan tahqiq terhadap naskah Ta’liqot Kanzur Raghibin karya gurunya, Syekh Muhammad bin Ali Al-Khatib.


Langkah ini terbilang tidak lazim, karena tahqiq umumnya dilakukan terhadap karya ulama yang telah wafat. Sementara itu, karya yang diteliti Juswandi merupakan tulisan ulama yang masih hidup.


Syekh Muhammad Al-Khatib dikenal luas sebagai ulama yang memiliki penguasaan mendalam terhadap Mazhab Syafi’i. Pengakuan tersebut juga disampaikan oleh ulama terkemuka, Syekh Amjad Rosyid.


Proyek tahqiq ini, menurut Juswandi, merupakan amanat dari Rektor Universitas Al-Ahgaff, Al-Habib Abdullah Baharun, yang mendorong agar karya tersebut diteliti demi kemaslahatan umat.


Juswandi mengaku tertantang menelaah manuskrip setebal dua jilid yang ditulis tangan langsung oleh Syekh Al-Khatib. Ia menilai, ketelitian sang guru dalam mengutip Matan Minhaj dari sumber yang paling sahih menjadi daya tarik tersendiri.


“Ini kesempatan langka. Beliau menulis sangat detail, bahkan memperbaiki kekeliruan dalam beberapa cetakan Matan Minhaj yang beredar,” ungkapnya.


Ia menambahkan, meneliti karya ulama yang masih hidup memberikan keunggulan tersendiri secara metodologis. Setiap bagian yang sulit dibaca dapat langsung dikonfirmasi kepada penulisnya.


“Jika ada bagian yang kurang jelas, saya bisa langsung bertanya kepada beliau. Hal ini memastikan akurasi hasil tahqiq,” jelasnya.


Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi PCINU Yaman. Selain aktif dalam organisasi, kader NU dinilai mampu menunjukkan kapasitas akademik yang kuat, khususnya dalam kajian literatur klasik Islam.


Juswandi berharap hasil tahqiq tersebut tidak berhenti sebagai karya akademik semata, tetapi dapat segera diterbitkan agar memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.


Kepulangan 17 wisudawan Nahdliyin dari Hadramaut diharapkan membawa misi keilmuan untuk disebarkan di Tanah Air, sekaligus memperkuat tradisi keilmuan yang berakar pada sanad yang jelas dan otoritatif.