Baitul Asyi Salurkan Rp51,5 Miliar untuk Jamaah Haji Aceh, PWNU: Warisan Wakaf Habib Bugak yang Harus Dijaga
NU Online · Sabtu, 30 Mei 2026 | 13:30 WIB
Lembaga Wakaf Baitul Asyi Habib Bugak Al-Asyi usai membagikan uang wakaf kepada jamaah haji asal Aceh tahun 2026. (Foto: dok istimewa)
Helmi Abu Bakar
Kontributor
Makkah, NU Online
Sebanyak 5.484 jamaah haji asal Aceh pada musim haji 2026 menerima dana kompensasi penginapan dari Lembaga Wakaf Baitul Asyi Habib Bugak Al-Asyi. Total dana yang disalurkan tahun ini mencapai Rp51,5 miliar dengan kurs 1 riyal Arab Saudi setara Rp4.700.
Dana tersebut diberikan kepada seluruh jamaah haji Aceh yang tergabung dalam 14 kelompok terbang (kloter). Masing-masing jamaah menerima 2.000 riyal Arab Saudi. Jumlah ini mulai berlaku sejak musim haji 2025, setelah sebelumnya jamaah menerima 1.500 riyal.
Penyerahan dana kepada jamaah Kloter 13 dan Kloter 14 dilakukan langsung oleh Nazir Baitul Asyi, Syaikh Abdurrahman Al-Asyi, di Masjid Hotel Abraj Al-Wahdah, kawasan Jarwal, Kota Makkah. Penyerahan pada sesi akhir tersebut turut dihadiri Menteri Haji RI KH Muhammad Irfan Yusuf, anggota DPR RI Nasir Djamil, serta Imam Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Tgk H Faisal Ali (Abu Paya Pasi).
Petugas Haji Aceh, Tgk Khairul Huda, mengatakan penyaluran dana Baitul Asyi menjadi kebahagiaan tersendiri bagi jamaah haji asal Aceh. Menurutnya, dana tersebut tidak hanya membantu kebutuhan jamaah selama berada di Tanah Suci, tetapi juga menjadi bukti nyata keberkahan wakaf ulama Aceh masa lalu.
“Alhamdulillah, jamaah haji Aceh kembali menerima dana Baitul Asyi. Ini sangat membantu jamaah, terutama untuk kebutuhan selama di Makkah. Lebih dari itu, ini menjadi bukti bahwa wakaf yang dikelola dengan baik dapat memberi manfaat lintas generasi,” kata Khairul Huda, pekan lalu.
Ia menjelaskan, jamaah menyambut penyerahan dana tersebut dengan penuh syukur. Banyak jamaah merasa terharu karena masih merasakan manfaat dari wakaf Habib Bugak Al-Asyi yang telah diwariskan sejak masa Kesultanan Aceh Darussalam.
“Jamaah sangat bersyukur. Mereka merasakan langsung manfaat wakaf ulama Aceh di Tanah Suci. Ini kebanggaan bagi masyarakat Aceh dan menjadi pelajaran penting tentang nilai keikhlasan dalam berwakaf,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, berdasarkan informasi petugas haji setempat, Menteri Haji RI KH Muhammad Irfan Yusuf juga menyampaikan kekagumannya terhadap Habib Bugak Al-Asyi yang pada masa Kesultanan Aceh Darussalam telah mewakafkan rumahnya di depan Masjidil Haram untuk kepentingan jamaah haji asal Aceh.
“Mudah-mudahan langkah wakaf Habib Bugak Al-Asyi ini dapat diikuti oleh provinsi-provinsi lain di Indonesia,” ujar Menhaj.
Penyerahan dana Baitul Asyi kepada jamaah haji Aceh berlangsung tertib. Para jamaah tampak antre dan menyambut penyaluran dana tersebut dengan penuh kebahagiaan menjelang rangkaian puncak ibadah haji di Tanah Suci.
Sementara itu, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh sekaligus Ketua PWNU Aceh, Tgk H Faisal Ali atau yang akrab disapa Abu Sibreh, menilai penyaluran dana Baitul Asyi merupakan bukti kuat bahwa tradisi wakaf dalam Islam memiliki dampak sosial dan ekonomi yang sangat besar.
Menurut Abu Sibreh, Habib Bugak Al-Asyi telah memberi teladan besar bagi masyarakat Aceh dan umat Islam Indonesia. Wakaf yang beliau tinggalkan tidak berhenti sebagai catatan sejarah, tetapi terus hidup dan memberi manfaat kepada jamaah haji Aceh hingga saat ini.
“Ini adalah karamah sosial dari wakaf. Habib Bugak Al-Asyi telah memberi contoh bahwa harta yang diwakafkan dengan niat ikhlas akan terus mengalir manfaatnya. Jamaah haji Aceh hari ini masih menikmati keberkahan itu,” kata Abu Sibreh.
Ia berharap generasi Aceh saat ini tidak hanya berbangga terhadap warisan Baitul Asyi, tetapi juga mampu menjaga, merawat, dan mengembangkan semangat wakaf produktif. Menurutnya, Aceh memiliki sejarah panjang dalam gerakan wakaf, pendidikan Islam, dayah, dan pelayanan umat.
“Baitul Asyi harus menjadi inspirasi. Kita tidak cukup hanya mengenang Habib Bugak Al-Asyi, tetapi juga harus meneladani semangat beliau. Wakaf harus terus digerakkan untuk pendidikan, ekonomi umat, pelayanan sosial, dan kemaslahatan masyarakat,” ujarnya.
Abu Sibreh juga mengapresiasi pengelolaan Baitul Asyi yang hingga kini tetap memberi manfaat nyata bagi jamaah haji Aceh. Ia berharap pengelolaan wakaf tersebut terus dilakukan secara amanah, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan jamaah.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Tanda Shalat Kita Diterima
2
Khutbah Jumat: Haji dan Pesan Kesetaraan Manusia di Hadapan Allah
3
Khutbah Jumat: Menjadi Hamba Sejati melalui Rangkaian Ibadah Haji
4
Boleh Bagikan Daging Kurban untuk Non-Muslim dengan Syarat
5
Khutbah Jumat: Tobat Ekologis, Menjaga Bumi Sebagai Amanah Ilahi
6
Prabowo Instruksikan Belajar Bahasa Prancis, P2G Minta Tidak Bebankan Guru dan Siswa
Terkini
Lihat Semua