Internasional

OKI Peringatkan Penargetan Situs Suci, Properti Palestina, dan Fasilitas UNRWA oleh Israel

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:30 WIB

OKI Peringatkan Penargetan Situs Suci, Properti Palestina, dan Fasilitas UNRWA oleh Israel

Organization of Islamic Cooperation (OKI). (Foto: dok OKI)

Jeddah, NU Online

Organization of Islamic Cooperation (OKI) memperingatkan bahaya penyitaan sejumlah bangunan bersejarah, properti warga Palestina, dan tanah wakaf Islam di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa oleh otoritas pendudukan Israel.


Dalam pernyataannya pada Senin (18/5/2026) dirilis WAFA, Sekretariat Jenderal OKI menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari kebijakan “de-Palestinisasi” yang bertujuan menciptakan realitas demografis dan geografis baru guna mengubah identitas Kota Tua Yerusalem.


OKI menyebut kebijakan itu juga bertujuan melemahkan status historis dan hukum situs-situs suci serta menghapus warisan peradaban, sejarah, dan budaya rakyat Palestina di kota tersebut.


Sekretariat Jenderal OKI turut mengecam keras keputusan otoritas Israel yang menyetujui rencana permukiman kolonial untuk mengubah kantor pusat United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees di Yerusalem yang diduduki menjadi museum dan kantor bagi apa yang disebut “Kementerian Keamanan Israel”.


Menurut OKI, fasilitas UNRWA tersebut disita secara paksa dan bertentangan dengan hukum internasional.


OKI menegaskan bahwa Israel tidak memiliki kedaulatan atas Kota Yerusalem yang diduduki, dan berbagai langkah tersebut merupakan kelanjutan dari kebijakan diskriminatif serta legislasi yang dinilai bertujuan melemahkan keberadaan UNRWA, termasuk peran, fasilitas, staf, dan mandat lembaga itu sebagaimana ditetapkan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.


Langkah-langkah tersebut, lanjut OKI, merupakan bagian dari upaya menghapus isu pengungsi Palestina dan dinilai sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam PBB, resolusi-resolusi internasional terkait, serta opini penasihat International Court of Justice.


OKI kembali menyerukan komunitas internasional untuk segera bertindak mendesak Israel menghentikan seluruh tindakan yang disebutnya sebagai kejahatan, pelanggaran, dan serangan berkelanjutan terhadap Kota Yerusalem, penduduknya, situs-situs suci Islam dan Kristen, serta berbagai situs bersejarah di wilayah tersebut.


Selain itu, organisasi tersebut menekankan pentingnya perlindungan terhadap lembaga-lembaga PBB yang beroperasi di wilayah Palestina yang diduduki, terutama UNRWA, agar dapat menjalankan mandat kemanusiaannya tanpa hambatan.