PCINU Jepang Gandeng FSH Universitas PTIQ Perkuat Riset dan Pengabdian bagi Diaspora
Selasa, 4 Agustus 2026 | 08:30 WIB
Ketua PCINU Jepang Achmad Gazali (kiri) dan Dekan FSH Universitas PTIQ Jakarta Dito Alif Pratama menunjukkan dokumen kerja sama yang telah ditandatangani di Masjid Nusantara Akihabara, Tokyo, Jepang, Sabtu (1/8/2026). (Foto: istimewa)
Tokyo, NU Online
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jepang menjalin kerja sama dengan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Universitas PTIQ Jakarta untuk memperkuat kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di tingkat internasional.
Nota kerja sama ditandatangani Ketua PCINU Jepang Achmad Gazali dan Dekan FSH Universitas PTIQ Jakarta Dito Alif Pratama di Masjid Nusantara Akihabara, Tokyo, Jepang, Sabtu (1/8/2026).
Kerja sama tersebut diarahkan pada pengembangan riset internasional, pertukaran gagasan akademik, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat, khususnya bagi komunitas diaspora Indonesia di Jepang.
Ketua PCINU Jepang Achmad Gazali menyampaikan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi di Indonesia merupakan bagian dari upaya NU untuk memperluas kontribusi keilmuan dan pengabdian kepada masyarakat di tingkat global.
“Kami menyambut baik kerja sama ini dan berharap dapat menjadi awal dari berbagai program kolaboratif yang produktif, baik dalam penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran gagasan akademik, maupun pengembangan kapasitas sumber daya manusia,” ujar Gazali.
Menurutnya, PCINU Jepang memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara perguruan tinggi di Indonesia, masyarakat diaspora, dan berbagai lembaga yang berada di Jepang.
“PCINU Jepang siap menjadi mitra strategis bagi Fakultas Syariah dan Hukum Universitas PTIQ Jakarta dalam membangun jejaring internasional yang berkelanjutan,” katanya.
Kerja sama tersebut juga diharapkan dapat memperkuat peran PCINU Jepang dalam memberikan pelayanan keagamaan, pendidikan, dan pendampingan sosial kepada warga Nahdliyin serta masyarakat Indonesia yang tinggal di Jepang.
Sementara itu, Dekan FSH Universitas PTIQ Jakarta Dito Alif Pratama mengatakan, kerja sama dengan PCINU Jepang menjadi langkah strategis untuk memperluas jejaring internasional dan meningkatkan kualitas akademik fakultas.
“Kerja sama ini merupakan langkah konkret Fakultas Syariah dan Hukum Universitas PTIQ Jakarta dalam memperkuat rekognisi internasional serta menjadi bagian dari ikhtiar mewujudkan program studi yang unggul dan berdaya saing global,” ujar Dito.
Melalui kolaborasi tersebut, ia berharap dosen dan mahasiswa Universitas PTIQ Jakarta memperoleh kesempatan untuk mengembangkan penelitian bersama, mengikuti kegiatan akademik internasional, serta mempelajari praktik-praktik terbaik yang berkembang di Jepang.
Dito menegaskan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi tidak cukup diwujudkan melalui penandatanganan dokumen kerja sama. Kolaborasi tersebut harus dilanjutkan dengan program-program konkret yang memberikan manfaat bagi sivitas akademika dan masyarakat.
Sejumlah program yang direncanakan meliputi penelitian kolaboratif, seminar dan konferensi internasional, kuliah tamu, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta pengabdian kepada masyarakat berbasis kebutuhan diaspora Indonesia di Jepang.
Kerja sama ini diharapkan memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus memperluas kiprah PCINU Jepang sebagai salah satu simpul diplomasi keagamaan, keilmuan, dan kebudayaan Nahdlatul Ulama di tingkat internasional.