Pra-Muktamar Ke-35, PCINU Korsel Usulkan Kejelasan Regulasi Struktur PCI hingga Fitur di Aplikasi NU Online
Senin, 3 Agustus 2026 | 13:00 WIB
Jakarta, NU Online
Menyongsong gelaran Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Korea Selatan menyuarakan sejumlah usulan strategis bagi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Usulan tersebut mencakup kejelasan regulasi struktur organisasi PCI dalam AD/ART, fleksibilitas skema kaderisasi, kepastian pengiriman dai Ramadhan, hingga pengembangan fitur layanan di aplikasi NU Online.
Ketua Tanfidziyah PCINU Korea Selatan terpilih, Bekti Setiawan, menyampaikan bahwa kejelasan regulasi bagi PCI sangat penting mengingat karakteristik dakwah dan dinamika organisasi di luar negeri berbeda dengan struktur NU di dalam negeri.
"Aturan resmi dan batasan regulasi untuk PCI sebenarnya belum ada. Jika ke depan dimasukkan dalam AD/ART, kami sangat senang. Kami berharap regulasi dari PBNU fleksibel dan tidak memberatkan pengurus PCI," ujar Bekti saat diwawancarai NU Online, Ahad (2/8/2026).
Pria kelahiran Banjarnegara, Jawa Tengah tersebut menjelaskan, bahwa saat ini pembentukan Majelis Wakil Cabang (MWC) NU di Korea Selatan masih berjalan berdasarkan kesepakatan lisan. Ia juga mengatakan bahwa sejauh ini baru ada satu MWC yang aktif dan satu tingkat Ranting yang tengah dirintis menuju MWC di PCINU Korea Selatan.
Selain regulasi struktur, Bekti juga menyoroti pentingnya penyesuaian sistem kaderisasi formal seperti Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak NU (PDPKPNU). Hal tersebut, kata Bekti, dikarenakan mayoritas pengurus di luar negeri merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang memiliki keterbatasan waktu libur kerja.
"Untuk pengurus cabang istimewa agar tidak disamakan waktunya dengan di dalam negeri. Kami tidak bisa mengambil libur beberapa hari sekaligus untuk mengikuti agenda kaderisasi," harapnya.
Guna menunjang syiar Islam di perantauan, PCINU Korea Selatan turut mengusulkan pengembangan platform digital PBNU, khususnya aplikasi NU Online yang kini sudah banyak digunakan oleh warga Nahdliyin di Korea Selatan.
"Pengguna aplikasi NU Online di sini sudah cukup banyak. Kami berharap bisa ditambahkan fitur tampilan jam waktu sholat khusus layar LCD masjid. Selain itu, jika memungkinkan, ada integrasi pemesanan tiket transportasi umum seperti kereta, bus, dan taksi untuk memudahkan mobilitas jemaah," katanya.
PCINU Korea Selatan juga mengharapkan PBNU memberikan kepastian skema pengiriman dai Ramadhan. Menurut Bekti, keterlambatan koordinasi dan kejelasan penjamin (sponsor), baik dari LAZISNU maupun Baznas, masih sering terjadi hingga H-1 minggu menjelang Ramadhan.
"Jika prosesnya terlalu mepet, kita tidak bisa bekerja sama dengan banyak masjid. Padahal di Korea Selatan ada sekitar 60 masjid yang dirawat warga Indonesia dan mayoritas didominasi Nahdliyin," ungkapnya.
Ia juga berharap agar pihak PBNU lebih memperhatikan kebutuhan spiritual nahdliyin di Korea Selatan dengan mengirimkan dai rutinan.
"Jika ada dai rutin yang dikirim PBNU, misalnya tiga bulan sekali, tentu sangat bermanfaat bagi dakwah dan khidmah NU di sini," ungkap Bekti.
Bekti juga menceritakan terkait aspek administrasi internal, bahwa PCINU Korea Selatan saat ini sedang menunggu penerbitan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan usai menggelar Konferensi Cabang Istimewa (Konfercabis). Bekti menyatakan bahwa berkas kelengkapan administrasi tercatat telah diserahkan dan ditindaklanjuti bersama sekretariat PBNU minggu lalu, meski belum mendapat info lanjutan.
Selain itu, Bekti juga memastikan bahwa kegiatan peribadatan dan pengajian akbar di Korea Selatan berjalan sangat aman dan kondusif. Otoritas serta warga lokal sangat terbuka selama penyelenggara mengantongi izin, menjaga tata tertib, serta menjaga kebersihan lingkungan. Terlebih, sudah ada sekitar 7 lokasi masjid yang berstatus bangunan permanen.
Menutup keterangannya jelang Muktamar Ke-35 NU, PCINU Korea Selatan menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh kepemimpinan pusat yang sah dan siap nderek keputusan para kiai.
"Kami dari jajaran Tanfidziyah mendukung siapapun kandidat yang terpilih nantinya, dengan kriteria utama sosok yang alim dan memiliki sanad keilmuan yang jelas. Siapapun yang terpilih akan kami dukung dan bersamai dalam mengemban amanah sesuai nilai-nilai ke-NU-an. Pesan kami, jalankan Muktamar dengan amanah," pungkasnya.