Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk memerangi memerangi pandemi virus corona (Covid-19). Kali ini, Saudi menerapkan jam malam dan akan diberlakukan mulai Senin (23/3) waktu setempat, di seluruh wilayah Kerajaan.
Diberitakan kantor berita Saudi, SPA, Senin (23/3), Raja Salman mengumumkan kebijakan jam malam di wilayah Saudi. Jam malam tersebut dimulai dari pukul tujuh malah hingga enam pagi. Kebijakan ini akan dimulai pada Senin (23/3) dan dilaksanakan selama 21 hari ke depan.
Raja Salman juga memerintahkan agar Kementerian Dalam Negeri mengambil langkah-langkah yang dibutuhkan untuk menerapkan kebijakan jam malam. Semua otoritas terkait diinstruksikan untuk bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri terkait hal ini.
Meski demikian, aturan jam malam tersebut memiliki pengecualian. Karyawan-karyawan atau sektor-sektor, baik publik maupun swasta, yang pekerjaannya memerlukan keberlanjutan seperti sektor keamanan, militer, media, dan kesehatan terbebas dari kebijakan jam malam. Tapi, mereka harus tetap sesuai dengan prosedur atau kontrol otoritas terkait.
Pihak Kerajaan mendesak agar warganya tidak pergi—kecuali darurat- dan tetap berada di rumah dalam beberapa hari ke depan, terutama waktu malam. Hal itu sebagai upaya untuk memutus penyebaran virus corona.
Raja Salman menuturkan, pihak berwenang akan menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan warga Kerajaan selama wabah berlangsung. Dia juga berkomitmen akan melakukan segalanya untuk menjaga kesehatan rakyatnya. Menurutnya, rakyat Saudi telah menunjukkan kekuatannya dalam menghadapi pandemi virus corona.
“Kami mengandalkan keteguhan hati warga kami, tekad dan tanggung jawab mereka untuk melawan virus corona,” kata Raja Salman.
“Saya mengatakannya dengan jujur, tahap selanjutnya (virus corona) akan lebih sulit di tingkat global,” lanjutnya.
Merujuk data worldometers, hingga kini jumlah kasus virus corona di Saudi mencapai 511, di mana 17 di antaranya dinyatakan sembuh.
Pewarta: Muchlishon
Editor: Alhafiz Kurniawan