Dukung NU Peduli Kemanusiaan Jateng ke Aceh, Fatayat NU Kota Semarang Titip Donasi Rp32 Juta
Senin, 12 Januari 2026 | 08:30 WIB
Penyerahan bantuan simbolis Rp32 juta dari PC Fatayat NU Kota Semarang kepada LAZISNU Jateng untuk mendukung misi kemanusiaan NU Peduli bagi korban bencana di Aceh. (Foto: NU Online Jateng/Rauyan)
Semarang, NU Online
Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kota Semarang menitipkan bantuan kemanusiaan yang dihimpun dari anggotanya untuk Aceh senilai Rp32 juta.
Bantuan tersebut secara simbolis diberikan kepada tim NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jateng yang diwakili oleh Ketua Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jateng, Muhammad Mahsun pada penutupan Apel Pelepasan Relawan NU Peduli Kemanusiaan Jateng ke Aceh yang dilaksanakan di halaman kantor PWNU Jateng Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (10/1/226) sore.
Ketua PC Fatayat NU Kota Semarang, Hj. Istighfaroh bersyukur karena kegiatan donasi yang dilakukan untuk dua peristiwa secara beruntun tetap berjalan dengan lancar.
"Kami cuma bisa nitip sedikit ini untuk saudara kita di Aceh, semoga kegiatan pemulihan pascabencana berjalan dengan lancar dan bermanfaat untuk mereka," ujar dia diberitakan NU Online Jateng.

"Galang donasi berdekatan waktunya, pertama kemarin waktu ada banjir kita salurkan bantuan ke posko NU Peduli Kemanusiaan Kota Semarang untuk wilayah Tambakrejo, Kaligawe, Gayamsari, terus menyusul ada musibah di Sumatra dan Aceh, kita galang donasi lagi, alhamdulilah lancar," paparnya.
Ia menegaskan, tidak ada target atau ketentuan donasi. Namun, hanya menerima bantuan berupa uang karena pengalokasian lebih fleksibel untuk menyelesaikan kebutuhan.
"Untuk Aceh kita hanya menerima bantuan berupa uang seikhlasnya, tidak menerima berupa barang. Kan ada dari masyarakat yang mengumpulkan donasi pakaian," ungkapnya.
Sebab, lanjutnya, donasi berupa pakaian membutuhkan waktu relatif lebih lama untuk melakukan penyortiran hingga pengemasan.
"Kita kira masih layak, tapi ternyata dianggap tidak layak. Kan beda orang, beda selera, apalagi orang Aceh yang tidak pernah ketemu dan tidak kita pahami karakternya," jelasnya
Ia menilai, musibah yang menimpa masyarakat Aceh bukan sebatas mempererat persatuan dan persaudaraan, juga merupakan pengingat pentingnya menjaga lingkungan.
"Kita sudah mulai melakukan pemetaan wilayah untuk bank sampah, dari yang terkecil ini juga merupakan aksi nyata mencegah bencana," katanya.
Baginya, pegiat Fatayat NU merupakan wanita pilihan. Bukan hanya menjadi ibu, tapi juga aktif berorganisasi.
"Ibu-ibu Fatayat memang luar biasa, kegiatan yang kita lakukan juga banyak, mulai dari ngaji rutin sampai kegiatan sosial," tutupnya.