Jakarta, NU Online
Presiden Prabowo Subianto resmi menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen Pesantren). Kementerian Agama (Kemenag) kini tengah menyiapkan lima direktorat strategis untuk mengoptimalkan peran santri di Indonesia.
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar, menyatakan bahwa pihaknya tengah mematangkan tata kerja lembaga baru ini.
Proses pematangan bertujuan agar pemerintah dapat mendalami seluruh kebutuhan dunia pesantren secara komprehensif.
"Kami mencoba mendalami semua kebutuhan pesantren agar tidak ada yang tertinggal. Setidaknya ada tiga fungsi utama yang menjadi fokus, yaitu pendidikan, pemberdayaan, dan dakwah," ujar Thobib, Sabtu lalu diberitakan NU Online Jateng.
Dalam rancangan yang disusun, Ditjen Pesantren akan menaungi lima direktorat khusus. Setiap unit dirancang untuk saling melengkapi sesuai dasar kebutuhan di lapangan, yaitu:
- Direktorat Pendidikan Muadalah, Diniyah Formal, dan Kajian Kitab Kuning
- Direktorat Pendidikan Ma'had Aly
- Direktorat Pendidikan Diniyah Takmiliyah dan Pendidikan Al-Qur'an
- Direktorat Pemberdayaan Pesantren
- Direktorat Pengembangan Dakwah Pesantren
Thobib menilai pesantren memiliki potensi besar sebagai sumber daya nasional. Ia mencontohkan program Beasiswa Santri Berprestasi yang terbukti sukses melahirkan lulusan berdaya saing tinggi.
Peningkatan status Ditjen Pesantren dari eselon 2 menjadi eselon 1 mencerminkan komitmen kuat Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah ingin memastikan pesantren mendapatkan dukungan sarana prasarana dan penguatan ekonomi yang lebih baik.
"Semakin besar organisasi, semakin besar pula perhatian yang diberikan. Hal ini untuk memastikan pesantren dapat berkembang lebih kuat di masa mendatang," pungkas Thobib.