Warga Pati Keluarkan Dana Pribadi untuk Perbaiki Jalan Rusak
Kamis, 12 Februari 2026 | 11:00 WIB
Warga Desa Blaru, Kecamatan Pati Kota, melakukan penambalan jalan rusak secara swadaya di kawasan Perempatan Pentol, Rabu (11/2/2026), dengan memasang rambu bertuliskan “Perbaikan Jalan Pakai Dana Pribadi” sebagai bentuk protes atas lambannya perbaikan permanen.
Pati, NU Online Jateng
Aksi protes sekaligus menyentil dilakukan oleh warga Desa Blaru, Kecamatan Pati Kota. Lantaran kesal jalan raya di kawasan Perempatan Pentol tak kunjung diperbaiki secara permanen, warga akhirnya memilih merogoh kocek pribadi untuk melakukan penambalan mandiri pada Rabu (11/2/2026).
Kondisi jalan yang menghubungkan Pati-Purwodadi tersebut dilaporkan telah rusak selama berbulan-bulan. Lubang dengan kedalaman beragam seringkali mencelakakan pengendara, terutama saat musim hujan.
Salah satu warga setempat, Deddy Gunawan, mengaku mengeluarkan uang Rp7 juta untuk memperbaiki jalan sepanjang 1 kilometer itu. Menurutnya, jalan itu telah lama rusak. Meski beberapa kali ditambal, tapi jalan cepat rusak lagi karena menggunakan material grosok biasa.
"Sementara kita masih tanggung pribadi tapi warga bersama-sama untuk membantu tenaganya. Ya kurang lebih sekitar tujuh jutaan," ungkap dia.
Ia menyebut, aksi ini bentuk akumulasi kemarahan warga atas perlakuan pemerintah yang disebut mengabaikan kerusakan jalan tersebut.
"Kami marah karena sudah banyak korban. (Jalan rusak) udah lama, sebulan lebih kira-kira (dari penambalan terakhir)," ungkap dia.
Menurut Deddy, upaya swadaya warga itu rupanya membuat DPUTR Pati "kebakaran jenggot". Mereka langsung mendatangi lokasi dengan membawa material grosok dan malakukan penambalan.
"Ini setelah warga bergerak, lalu dari PU baru turun. Baru bergerak, setelah saya teriak-teriak, saya viralkan," ucap dia.
Namun, menurut Deddy, penambalan tersebut kualitasnya buruk dan akan cepat rusak lagi jika ada hujan. Apalagi, perbaikan tersebut tak dibarengi dengan pengaspalan.
"Dengan kualitas perbaikan sementara ini, nggak bisa seperti ini, pasti ngelotok (mengelupas) lagi, rusak lagi. Nggak bisa, ini hanya asal-asalan aja. Tambal sulam aja yang asal-asalan," tutur dia.
Selengkapnya klik di sini.