Arjunu Award 2026, Tegaskan Komitmen Jurnal PTNU Jaga Integritas Karya Ilmiah
Rabu, 11 Februari 2026 | 09:00 WIB
Arjunu Award 2026 di Auditorium Lantai 9 Tower Unusa Kampus B Jemursari, Surabaya, Selasa (10/02/2026). (Foto: NOJ/ Istimewa)
Surabaya, NU Online Jatim
Sebanyak 260 peserta yang terdiri pengelola jurnal dan pimpinan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) se-Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Relawan dan Pengelola Jurnal PTNU (Arjunu) mengikuti Arjunu Award 2026. Acara ini dipusatkan di Auditorium Lantai 9 Tower Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Kampus B Jemursari, Surabaya, Selasa (10/02/2026).
Agenda Arjunu Award 2026 ini mengusung tema “Sinergi PTNU melalui Peran LPPM dan Pengelola Jurnal”. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk merayakan kerja sunyi dan ketekunan para pengelola jurnal di lingkungan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU).
Pembina Arjunu, Ali Formen, menegaskan bahwa proses berdirinya sebuah jurnal ilmiah merupakan perjalanan panjang yang menuntut ketekunan dan keberlanjutan. Menurutnya, banyak jurnal lahir dari proses sederhana.
“Mulai dari diskusi tentang visibilitas jurnal, penugasan untuk mereview naskah, hingga pembelajaran bersama yang terus berkembang dari waktu ke waktu,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa kunci utama agar jurnal dapat bertahan baik yang sudah mapan maupun yang masih dalam tahap perintisan adalah keberlanjutan dan kolaborasi. Ia juga menyampaikan pentingnya melestarikan tradisi saling percaya, rendah hati, dan belajar bersama dalam pengelolaan jurnal.
“Tradisi saling memberi komentar, masukan, dan pengayaan gagasan dinilai sebagai kekuatan akademik yang mampu membentuk ekosistem keilmuan yang kokoh dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Selain sebagai media publikasi, jurnal juga dipandang sebagai etalase dan ruang promosi keilmuan, khususnya untuk menggali dan mengembangkan kajian-kajian yang menjadi kekayaan tradisi Nahdlatul Ulama dan kalangan pesantren.
“Warisan intelektual ulama terdahulu, termasuk tradisi memberi syarah, hasyiyah, dan catatan kritis atas karya sebelumnya, dinilai relevan untuk terus dihidupkan dalam konteks publikasi akademik modern,” kata Ali Formen.
Ketua Arjunu, Fifi Khoirul Fitriyah, menegaskan bahwa Arjunu Award lahir dari kegelisahan kolektif tentang bagaimana jurnal-jurnal PTNU dapat tumbuh bermartabat, memiliki tata kelola yang kokoh, serta menjaga integritas ilmiah, tanpa membuat para pengelolanya merasa berjalan sendirian.
“Kegiatan ini mencatat capaian signifikan jurnal-jurnal PTNU, dengan enam jurnal terindeks Scopus, delapan jurnal meraih Sinta 1, 18 jurnal terindeks Sinta 2, serta puluhan jurnal lainnya berada di peringkat Sinta 3 hingga Sinta 6,” tuturnya.
Selengkapnya klik di sini.