Sleman, NU Online
Meskipun baru berumur dua tahun, akan tetapi semangat berkarya yang terdapat di Pesantren Aswaja Nusantara, Mlangi, Nogotirto GMP, Sleman, Yogyakarta ini nampaknya patut diacungi jempol.
Hal ini terbukti dengan telah diterbitkannya edisi perdana Jurnal “Mlangi”; media pemikiran dan budaya pesantren (Volume No.1 April-Juni 2013).
Dengan waktu penyusunan sekitar tiga bulan, dan berkat kerjasama tim yang baik, maka Jurnal perdana – yang selanjutnya akan terbit tiga bulan sekali (triwulan) – ini telah berhasil diterbitkan untuk pertama kalinya.
Perihal latar belakang disusunnya jurnal ini, berdasarkan uraian Pimpinan Pondok, Muhammad Mustafied, Rabu malam (01/05), ada dua hal: Pertama, dakwah dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Kedua, pesantren harus mampu mengartikulasikan pemikiran yang beragam, agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Rencananya, jurnal ini juga akan diterbitkan secara online (e-jurnal)”, tambah mantan aktivis PMII Universitas Gadjah Mada tersebut.
Dengan mengusung tema tentang “Pendidikan Karakter”, sebagai respon terhadap kurikulum 2013 yang akan diimplementasikan pada tahun 2013 ini, Jurnal perdana setebal 162 halaman tersebut disusun dengan memuat berbagai macam rubrik, yaitu: Editorial, Riset Utama, Artikel Utama, Kolom, Esai Lepas, Esai Budaya dan Sastra, Review Kitab-Buku, Panorama Global, Apresiasi Tokoh, dan Aswaja Bergerak.
“Ketika Aswaja bersentuhan dengan berbagai problem struktural dan ketidakadilan, Aswaja mengalami perkembangan baru, dari manhajul fikr ke manhajul harokah (teori perubahan sosial)”, merupakan cuplikan singkat salah satu rubrik; Aswaja Bergerak, yang merefleksikan tentang Tantangan dan Peluang Strategis Aswaja (hlm.158).
Jurnal tersebut telah dilaunching pada bulan April kemarin di UGM, bekerjasama dengan CSS Mora, dan jurnal ini juga telah tersebar di beberapa kampus di Yogyakarta.
Mengenai para kontributor dalam jurnal tersebut, Mustafied mengatakan bahwa untuk edisi perdana sementara diisi oleh orang-orang dalam PP Aswaja Nusantara sendiri, namun untuk selanjutnya tidak menutup kemungkinan untuk membuka peluang bagi orang luar – pesantren – untuk dapat berkontribusi juga.
“Harapannya ya berlanjut, demi perkembangan wacana kepesantrenan, keislaman, keaswajaan, dan kenusantaraan”, papar Mustafied ketika ditanya mengenai harapan jurnal tersebut ke depannya.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: Dwi Khoirotun Nisa’
Terpopuler
1
Pengumuman Hasil Seleksi Berkas Beasiswa Al-Azhar Mesir 2026, Cek Daftar Namanya di Sini
2
Pemadaman Listrik dan Pergeseran Tanggung Jawab Negara atas Barang Publik
3
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
4
Prediksi Cuaca 26 Juni-2 Juli 2026: Kemarau Makin Terasa, Dinamika Atmosfer Picu Hujan di Sebagian Daerah
5
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
6
Festival Adat Budaya Nusantara, Lebih dari 100 Raja dan Sultan Sedunia Bakal Kumpul di Salatiga
Terkini
Lihat Semua