Lampung

Tips Khatamkan Al-Qur’an Selama Ramadhan dengan Mudah

Jumat, 20 Februari 2026 | 04:00 WIB

Tips Khatamkan Al-Qur’an Selama Ramadhan dengan Mudah

Tips Mengkhatamkan Al-Qur'an Selama Ramadhan dengan Sangat Mudah (Fot: NU Online)

Mengkhatamkan Al-Qur’an selama bulan Ramadhan bukanlah hal yang sulit jika dilakukan dengan cara yang tepat dan konsisten. Di bulan suci ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an karena setiap huruf yang dibaca bernilai pahala dan dilipatgandakan oleh Allah Swt.


Bagi sebagian orang, membaca Al-Qur’an terasa berat, terlebih jika harus menghabiskan satu juz dalam satu kali duduk. Aktivitas tersebut bisa terasa melelahkan dan menguras tenaga. Namun, bagi mereka yang telah terbiasa, membaca satu hingga dua juz dalam sekali duduk bukanlah hal yang sulit. Perbedaan ini terletak pada kebiasaan dan kedisiplinan.


Karena itu, diperlukan cara yang sederhana dan terukur agar target khatam Al-Qur’an selama Ramadhan bisa tercapai dengan ringan. Dengan metode yang tepat, membaca Al-Qur’an tidak hanya terasa mudah, tetapi juga lebih nikmat dijalani. Target satu kali khatam dalam sebulan, bahkan dua kali khatam, menjadi sesuatu yang realistis.


Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

Pertama, pilihlah Al-Qur’an yang setiap juznya terdiri dari 10 lembar. Model seperti ini memudahkan pembagian bacaan harian. Di Indonesia, mushaf dengan format tersebut sudah banyak dicetak dan digunakan, terutama di pesantren-pesantren tahfiz Al-Qur’an.


Dengan format satu juz 10 lembar, pembagiannya menjadi sederhana. Setiap selesai shalat lima waktu, cukup membaca dua lembar. Misalnya, setelah Maghrib dua lembar, Isya dua lembar, Subuh dua lembar, Zuhur dua lembar, dan setelah Ashar dua lembar. Jika dilakukan secara konsisten, dalam sehari akan selesai satu juz atau 10 lembar. Dalam satu bulan Ramadhan, metode ini memungkinkan khatam satu kali.


Kedua, jika ingin khatam dua kali dalam sebulan, jumlah bacaan bisa ditingkatkan menjadi empat lembar setiap selesai shalat fardhu. Dengan demikian, dalam sehari dapat menyelesaikan dua juz. Pola ini tetap terasa ringan karena dibagi dalam lima waktu, tidak menumpuk dalam satu kesempatan.


Bagi yang bacaan Al-Qur’annya belum lancar, metode dua lembar setiap selesai shalat justru terasa lebih ringan. Waktunya singkat dan tidak mengganggu aktivitas harian. Kuncinya bukan pada banyaknya bacaan dalam satu waktu, melainkan pada konsistensi menjaganya setiap hari.


Cara ini juga menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari dzikir setelah shalat. Dalam satu kali berwudhu, seorang Muslim dapat sekaligus melaksanakan shalat dan memperbanyak tilawah, sehingga waktu ibadah menjadi lebih efektif dan bernilai.


Jika merasa berat harus selalu membawa mushaf ke mana-mana dan khawatir tidak bisa menjaga adab dalam meletakkannya, maka alternatifnya adalah menggunakan aplikasi Al-Qur’an di telepon genggam, seperti yang tersedia di NU Online Super App. Dengan kemudahan tersebut, tidak ada alasan untuk menunda membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan.


Baca selengkapnya di sini