Nasional

100 Tahun NU, Rais Aam PBNU Langitkan Doa untuk Palestina

Ahad, 8 Februari 2026 | 21:00 WIB

100 Tahun NU, Rais Aam PBNU Langitkan Doa untuk Palestina

Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar saat memimpin doa pada peringatan Harlah Ke-100 NU di Stadion Gajayana Malang, Jawa Timur, Ahad (8/2/2026). (Foto: tangkapan layar kanal Youtube Sekretariat Presiden)

Malang, NU Online 

 

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar mengajak warga Nahdliyin yang hadir dalam acara Puncak Harlah Ke-100 NU untuk mendoakan keselamatan rakyat Palestina. 

 

“Sebagai solusi untuk lepas dari segala hal yang tidak menyenangkan, musibah yang sedang melanda saudara-saudara kita, solusi untuk saudara kita di Palestina dan semuanya, semoga mendapatkan jalan keluar yang terbaik. Amin,” ungkapnya saat memimpin doa dalam acara Mujahadah Kubro Puncak Harlah 1 Abad NU (Masehi) yang digelar di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, pada Ahad (8/2/2026).

 

Sebelum berdoa, Kiai Miftach terlebih dahulu mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk menghadirkan hati yang khusyuk sebelum mendoakan bangsa, negara, dan memohonkan kelancaran Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam melaksanalan tugas-tugas kenegaraan. 

 

"Para saudaraku Nahdliyin, Nahdliyat, dan semua yang hadir. Kita sejenak menundukkan kepala, menghadirkan hati penuh khudu, khusyuk, hudur, merendahkan diri kepada Allah swt untuk mendoakan negara kita, bangsa kita, presiden kita agar dalam melaksanakan tugas-tugas kenegaraan yang sikap tegas dan setia untuk mendampingi umat rakyat Indonesia, Allah memberikan kemudahan. Amin," ujarnya.

 

Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya tersebut juga menitipkan harapan besar bagi keberlangsungan jam'iyyah Nahdlatul Ulama dan kedaulatan Indonesia.

 

Ia berdoa agar para ulama dan umat Islam dibangunkan dari kelalaian yang panjang, serta berharap agar NU di abad kedua ini senantiasa diberikan hayatan thayyibah (kehidupan yang baik) yang mampu membawa kemakmuran bagi seluruh rakyat, sejalan dengan keberkahan bumi Indonesia.

 

Berikut adalah bunyi teks lengkap doa Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.

 

"Bismillahirrohmanirrohim. Allahumma sholli wasallim ala sayyidina Muhammadin wa ala alihi wasahbihi wasallim. Walhamdulillahi rabbil alamin. Amin.

 

Allahumma antallahul malikul haqqul mubin. Al-qadimul muta’azzizu bil-’izzati wal-kibriya’. Al-hayyul qayyum, al-qadirul muqtadir, al-jabbarul qahhar. Alladzi la ilaha illa anta wala yaghfirudz-dzunuba illa anta ya Ghafur, ya Syakur, ya Halim, ya Karim, ya Shabur, ya Rahim. 

 

Allahumma inna nastahfidzhuka wa nastaudi'uka dinana wa anfusana wa ahlana wa auladana wa amwalana. Indonesia, Allahummaj'alna fi kanfika wa amanika wa jiwarika wa 'iyadzika min kulli syaithanin marid wa jabbarin 'anid wa dzi 'ain." 

 

"Ya Allah, lindungi kami dengan penjagaan-Mu yang tak pernah tidur. Dekap kami dengan dekapan-Mu yang takkan pernah terjangkau. Sayangi kami maka kami tidak akan binasa. Dan Engkaulah harapan kami. Kami mengakui masih kecil rasa syukur kami atas sekian banyak nikmat yang Engkau anugerahkan pada kami. Dan kami mengakui betapa tidak sabarnya kami menghadapi sekian cobaan dan musibah.

 

Ya Allah, ya Tuhan kami yang tak pernah memutus nikmat-Nya walaupun hamba-Nya kurang sekali mensyukurinya. Ya Allah, yang tidak membongkar rahasia hamba-Nya yang melakukan kemaksiatan. Kami mohonkan tambahan rahmat-Mu pada Nabi Muhammad saw."

 

"Allahummaghfir li-qulubil ulama wal muslimin min naumatil ghaflatil 'amiqoh. Allahumma ya Hayyu ya Qayyum, ahyi jam'iyyatana Nahdlatul Ulama. Ya Allah, bangunkanlah hati para ulama dan hati para umat Islam dari kelalaian yang dalam dan berkepanjangan. Tuntunlah mereka ke jalan petunjuk-Mu."

 

"Ya Allah, hidupkanlah jam’iyyah kami, Jam’iyyah Nahdlatul Ulama dengan kehidupan thayyibah hingga hari kiamat. Jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, pertanian, dan semua apa yang dikeluarkan dari muka bumi Indonesia yang makmur ini. Anugerahi mereka kekuatan kejayaan yang mengalahkan semua kebatilan agar mereka bertakwa."

 

"Rabbana atina mil-ladunka rahmatan wa hayyi’ lana min amrina rasyada. Rabbana fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah waqina 'adzaban-nar. Subhana Rabbika Rabbil 'izzati 'amma yashifun, wasalamun 'alal mursalin, walhamdulillahi Rabbil 'alamin. Bisirril Fatihah."