Jombang

Ini 4 Resep Utama bagi Seorang Mukmin dalam Menghadapi Persoalan Hidup

NU Online  ·  Ahad, 1 Maret 2026 | 05:00 WIB

Ini 4 Resep Utama bagi Seorang Mukmin dalam Menghadapi Persoalan Hidup

KH Ahmad Ali Khidlir saat mengisi kajian menjelas berbuka puasa di Masjid Baitul Mukminin, Jombang, Senin (23/2/2026). (Foto: NU Online Jombang/Filhan Fahriza)

Jombang, NU Online

Pengasuh Pondok Pesantren An Najah Mambaul Ma'arif Denanyar, Jombang, Jawa Timur, KH Ahmad Ali Khidlir (Gus Ali) memaparkan empat resep utama bagi seorang mukmin dalam menghadapai berbagai persoalan hidup.


Gus Ali menjelaskan bahwa kehidupan manusia pada dasarnya hanya berputar pada empat keadaan: nikmat, musibah, taat, dan maksiat.


Keempat kondisi tersebut, menurutnya, telah lama dibahas dalam khazanah klasik, sebagaimana pemikiran Imam Asy-Sya’rani dan Imam al-Ghazali.


1. Syukur

Gus Ali mengungkapkan bahwa respons utama ketika seseorang dilimpahi nikmat adalah bersyukur. Ia menegaskan bahwa syukur tidak cukup diwujudkan dalam ucapan lisan semata, melainkan harus hadir sebagai kesadaran batin.


Menurutnya, syukur adalah pengakuan jujur bahwa segala kenyamanan, kesehatan, dan kelapangan materi semata-mata merupakan titipan Allah, bukan hasil kehebatan pribadi.


2. Sabar

Ketika kehidupan berputar pada fase musibah, sikap yang dituntut adalah kesabaran. Gus Ali menekankan bahwa sabar bukan berarti pasrah tanpa ikhtiar, melainkan kemampuan menahan diri dari keluh kesah yang berlebihan dan tetap menjaga keimanan.


Sikap sabar menjadi kunci agar musibah tidak berubah menjadi pintu keputusasaan.


3. Tawadhu

Pada fase ketaatan, Gus Ali mengingatkan adanya bahaya yang kerap tidak disadari, yakni penyakit ujub atau merasa diri lebih hebat karena rajin beribadah.


Ia berkisah tentang sejarah kelam sosok ahli ibadah yang pada akhirnya menjadi fitnah karena merasa paling benar. Karena itu, ia menekankan pentingnya tawadhu atau rendah hati saat menjalankan ketaatan agar ibadah tidak ternodai oleh kesombongan batin.


4. Tobat

Adapun ketika seseorang terjatuh dalam maksiat, jalan yang harus ditempuh adalah tobat. Gus Ali menuturkan bahwa tobat harus diawali dengan penyesalan yang sungguh-sungguh. Penyesalan menjadi pintu untuk kembali memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah.


Baca selengkapnya di sini. 

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang