4 Tips Pola Hidup Sehat Bagi Penderita Diabetes Selama Bulan Ramadhan
Selasa, 24 Februari 2026 | 07:00 WIB
Jakarta, NU Online
Diabetes Melitus (DM) atau kencing manis merupakan salah satu jenis penyakit yang tergolong kronis dan membutuhkan pengobatan jangka panjang. Banyak pasien diabetes harus menjalani puasa Ramadhan.
Dokter Spesialis Patologi Klinik Fauqa Arinil Aulia membagikan beberapa tips pola hidup sehat bagi pasien atau penderita diabetes melitus selama bulan Ramadhan. Berikut beberapa tips tersebut.
Pertama, konsultasi ke dokter. Alumni Pendidikan Profesi Dokter Umum Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Jember ini mengatakan pentingnya bagi seorang penderita diabetes agar berkonsultasi dengan dokter. Menurutnya, tubuh penderita diabetes harus dipastikan mampu menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
"Pastikan stok obat-obatan dari resep dokter terpenuhi selama satu bulan ke depan," ujarnya kepada NU Online pada hari ini, Senin (23/2/2026).
Kedua, memantau kadar gula darah. dr Fauqa menjelaskan, penderita diabetes harus memantau kadar gula darah secara rutin. Ia menyarankan agar penderita diabetes memiliki alat pengukur gula darah. Alat tersebut dapat digunakan untuk memeriksa gula darah di rumah secara mandiri.
Baca Juga
10 Cara Merawat Kaki Diabetes
"Lakukan pemeriksaan gula darah terutama jika muncul keluhan pusing, keringat dingin, atau pandangan kabur yang merupakan gejala hipoglikemia. Segera akhiri puasa jika didapatkan kondisi hipoglikemia," jelasnya.
Ketiga, olahraga ringan. Penderita diabetes disarankan untuk melakukan olahraga ringan yang dijadwalkan menjelang berbuka atau setelah tarawih.
Keempat, menjaga kualitas tidur dan mengurangi stres. Para penderita diabetes sebaiknya menjaga kualitas tidur. Selain itu, mereka diharapkan mengurangi atau mengelola stres dengan baik.
"Karena kondisi kelelahan dan stres dapat memicu peningkatan kadar gula dalam darah," tuturnya.
Selain itu, ia juga menyarankan agar meminum obat bagi penderita DM secara patuh. Alumni pendidikan dokter spesialis Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga Surabaya tersebut mengatakan, puasa Ramadhan bisa berpengaruh terhadap pola kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat.
Menurutnya, sebagian besar pasien tetap berusaha untuk patuh minum obat selama bulan Ramadhan, tetapi terdapat penurunan kepatuhan pada sebagian lain.
Ia juga menjelaskan beberapa faktor yang memengaruhi kepatuhan pasien diabetes melitus dalam mengonsumsi obat. Pertama, pengetahuan pasien tentang pentingnya minum obat. Kedua, dukungan keluarga dan tenaga kesehatan.
"Ketiga, penyesuaian jadwal minum obat sesuai waktu sahur dan berbuka," terangnya.