Aktivitas Gempa Flores Menurun, NU Peduli NTT Terus Salurkan Bantuan
Selasa, 8 September 2026 | 08:00 WIB
Tim NU Peduli NTT menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak gempa bumi NTT di Kabupaten Manggarai Barat. (Dok NU Peduli NTT)
Jakarta, NU Online
Aktivitas gempa bumi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menunjukkan tren penurunan setelah hampir sebulan sejak gempa mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan bahwa kondisi belum sepenuhnya kembali normal sehingga penanganan terhadap warga terdampak masih terus dilakukan.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, sejak 15 Agustus hingga 8 September 2026 pukul 05.00 WIB, tercatat 13.504 kali gempa. Namun, aktivitas kegempaan pada minggu keempat mulai menurun.
“Tetapi di minggu keempat ini sudah mulai turun. Di minggu keempat tercatat ada 364 kejadian gempa yang tidak signifikan dirasakan oleh masyarakat, artinya secara umum kondisi gempa di Flores menunjukkan penurunan. Meskipun untuk berhenti secara total kembali seperti semula ini masih memerlukan waktu kurang lebih satu bulan,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar secara daring pada Senin (7/9/2026).
Suharyanto menjabarkan korban meninggal dunia secara langsung akibat gempa tercatat 48 orang. Terdapat 87 korban meninggal tidak langsung di seluruh Flores yang sebagian besar berkaitan dengan penyakit bawaan, dan kematian secara alami.
“Tetapi tidak ada yang meninggal akibat gempa susulan ataupun akibat langsung daripada gempa,” katanya.
Ia menyampaikan bahwa jumlah pengungsi juga terus menurun. Warga yang rumahnya mengalami rusak ringan dan rusak sedang mulai dikembalikan ke rumah masing-masing sembari melakukan perbaikan.
“Yang masih mengungsi per 7 September (2026) tinggal 72.864 jiwa. Yang masih mengungsi ini adalah masyarakat yang rumahnya rusak berat dan sekarang secara bertahap sedang kami bangunkan hunian sementara,” ujarnya,
Di sektor pendidikan, pembelajaran mulai berjalan melalui sekolah darurat. Layanan psikososial dan trauma healing juga diberikan untuk membantu warga, termasuk ibu-ibu yang mengalami trauma, kecemasan, dan sulit tidur.
“Mereka sudah sekolah di tenda-tenda darurat, (materi pembelajaran) juga psikososial, trauma healing. Ibu-ibu yang mungkin ada trauma juga kami berikan mungkin masih cemas, sulit tidur,” katanya.
Suharyanto menjabarkan data sementara mencatat 102.384 unit rumah mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut, 46.1117 unit telah terverifikasi dan mencakup rumah rusak berat, sedang, serta ringan.
Ia menambahkan untuk rumah rusak ringan, pemerintah memberikan bantuan Rp15 juta, sedangkan rumah rusak sedang Rp30 juta. Rumah rusak berat akan dibangun kembali.
Di tengah penurunan aktivitas gempa, kebutuhan warga terdampak belum berhenti. NU Peduli NTT terus menyalurkan bantuan logistik ke sejumlah wilayah terdampak.
Ketua NU Peduli NTT, Ajhar Jowe, mengatakan bantuan masih didistribusikan hingga saat ini.
“Terkait dengan penyaluran bantuan hingga hari ini terus berlangsung. Titik distribusinya di Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Nagekeo, Ende, dan Sikka,” ucapnya kepada NU Online, Senin (7/9/2026) malam.
Tim NU Peduli Gempa Flores juga membuka donasi melalui LAZISNU NTT untuk mempercepat distribusi bantuan logistik, evakuasi, layanan kesehatan, serta pendampingan masyarakat.
Penggalangan kepedulian dapat disalurkan melalui BSI 7164790007 atas nama LAZISNU NTT dan konfirmasi ke kontak 082144503651 Gus Sholeh. Donasi juga dapat melalui situs https://www.nucare.id/campaign/pedulibencana dan NU Online Super App melalui fitur Galang Dana Korban Bencana.