Nasional

Apel Akbar di Bantul, Ketum GP Ansor Dorong Penguatan Kapasitas Instruktur Banser

Ahad, 15 Februari 2026 | 10:00 WIB

Apel Akbar di Bantul, Ketum GP Ansor Dorong Penguatan Kapasitas Instruktur Banser

Ketum GP Ansor Addin Jauharudin dalam Apel 5.000 Kader Banser DIY–Jateng, di SPN Selopamioro, Bantul, Sabtu (14/2/2026). (Foto: dok. GP Ansor DIY)

Bantul, NU Online

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor H Addin Jauharudin mendorong penguatan kapasitas instruktur Banser. Hal itu ditegaskan dalam Apel Akbar dan pembukaan Latihan Instruktur (LI) serta Kursus Pelatih (Suspelat) II GP Ansor, Barisan Ansor Serbaguna (Banser), serta Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor di SPN Selopamioro, Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Sabtu (14/2/2026). Kegiatan ini diikuti 5.000 kader Banser dari DIY dan Jawa Tengah.


Menurut Addin, agenda kaderisasi yang melibatkan ribuan kader tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menjaga soliditas organisasi.


"Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas kader sekaligus menjaga soliditas organisasi," kata Addin.

Kawasan SPN Selopamioro sejak pagi dipenuhi ribuan kader Banser yang mengenakan seragam loreng khas. Lapangan yang berada di tengah perbukitan Imogiri itu tampak tertata rapi dengan barisan peserta menghadap panggung utama yang dilengkapi backdrop kegiatan serta tenda tamu undangan. Suasana berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan.


Selain kader dari DIY dan Jawa Tengah, kegiatan ini diikuti utusan dari Jawa Timur dan sejumlah daerah luar Jawa. Total sekitar 5.000 peserta terlibat dalam apel akbar yang dirangkai dengan pembukaan Diklatsus Banser 2026, dengan dukungan sekitar 200 instruktur.


Sebagai penanda dimulainya rangkaian kegiatan secara resmi, dilakukan penyematan tanda peserta kepada perwakilan kader.


Suasana semakin khidmat saat seluruh peserta berdiri tegap melantunkan Mars Syubbanul Wathan yang menggema di seluruh penjuru lapangan.


Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang secara resmi membuka rangkaian pelatihan. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya persatuan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.


“Keberagaman adalah kekuatan terbesar bangsa ini. Kalau kita mampu menyatukannya, Indonesia tidak akan pernah bisa dikalahkan,” tegasnya di hadapan ribuan kader.


Ia juga mengajak seluruh elemen, termasuk keluarga besar NU, untuk terus bersinergi menyukseskan program pemerintah serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


Listyo turut menyoroti peran historis Gerakan Pemuda Ansor dan Banser dalam menjaga keutuhan bangsa sejak masa kemerdekaan.


“GP Ansor dan Banser telah ikut menjaga bangsa sejak masa kemerdekaan. Semangat itu harus terus dijaga,” ujarnya, yang disambut tepuk tangan gemuruh peserta.


Rangkaian acara diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin KH Ahmad Zabidi Marzuqi, Pengasuh Pesantren Ar Romly Giriloyo Imogiri. Doa dipanjatkan untuk memohon keberkahan, keselamatan, dan kekuatan agar seluruh peserta mampu menjalankan amanah organisasi serta istiqamah menjaga keutuhan NKRI.


Sejumlah ulama dan tokoh pemerintah daerah turut hadir, di antaranya Bupati Bantul Halim Abdul Muslih. Ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan instruktur berskala besar tersebut.


“Maju terus Ansor Banser. Jayalah NU, Jaya Indonesia,” ucap Halim Abdul Muslih.