Nasional

Dapat Daging Kurban LAZISNU, Warga dan Santri Almanar Azhari Olah Jadi Sup, Sate hingga Dendeng

Jumat, 29 Mei 2026 | 10:00 WIB

Dapat Daging Kurban LAZISNU, Warga dan Santri Almanar Azhari Olah Jadi Sup, Sate hingga Dendeng

Santri dan warga di menerima daging kurban NU Care-LAZISNU di Pesantren Almanar Azhari Depok, Jawa Barat, Kamis (28/5/2026). (Foto:NU Online/Syafiq)

Depok, NU Online
Suasana Idul Adha di Pesantren Almanar Azhari, Depok, Jawa Barat terasa hangat penuh kegembiaraan ketika warga dan para relawan NU Care-LAZISNU menyerahkan daging kurban kepada warga dan santri, Kamis (28/5/2026). Senyum dan sorak gembira mewarnai halaman pesantren, menandai kebersamaan dalam menyambut berkah kurban. 

 

Kepada NU Online, warga dan santri menceritakan rencana mereka setelah menerima daging kurban. Sebagian warga mengolah daging kurban di rumah menjadi sup hangat sederhana untuk keluarga. Sementara itu, santri bersama ustadz di pesantren menyiapkan hidangan sate dan dendeng, menjadikan Idul Adha sebagai momen kebersamaan yang mempererat hubungan masyarakat dan pesantren.  


Ipah, salah satu warga yang tinggal di belakang pondok pesantren, mengungkapkan rasa syukurnya setelah menerima daging kurban. Ia menilai pembagian tersebut membantu memenuhi kebutuhan keluarga dan menjadi bentuk kepedulian sosial yang dirasakan langsung oleh warga.  


“Senang sih, jadinya lumayan, nggak harus beli,” ujar Ipah dalam pembagian daging kurban hasil kerja sama NU Care-LAZISNU dengan Shopee Barokah itu.


Ipah mengatakan, setiap tahun ia selalu menerima daging kurban dari pondok. Pembagian rutin itu menjadi bentuk kepedulian nyata yang membantu kebutuhan warga sekitar.   


Ia juga menyampaikan bahwa tiap kali menerima daging kurban, biasanya daging tersebut dimasak menjadi sup karena menyukai masakan sederhana. Hidangan itu sekaligus menjadi menu favorit keluarga dan selalu hadir setiap kali pembagian kurban berlangsung.


“Kalau menu favorit sih sup aja. Yang lain juga mau, tapi karena sukanya di sup juga. Dan kebarengan saya juga repot, jadinya ya sudah yang simple aja masaknya,” katanya. 

 

Ipah berharap, penerimaan daging kurban dari NU-Care LAZISNU dan Shopee dapat terus berlanjut setiap tahun. Ia juga menilai pembagian ini bukan hanya membantu kebutuhan keluarga, tetapi juga menjadi wujud kepedulian sosial yang mempererat hubungan warga dengan pondok.  


“Harapannya sih untuk ke depannya bisa tetap berjalan ya. Karena lumayan, kita ibu-ibu jadi seneng, paling nggak dalam dua atau tiga hari uang belanja jadi aman gitu ya,” ungkapnya. 


Santriwati Pondok Pesantren Almanar Azhari Depok, Uyainah Valleria juga menyampaikan bahwa setiap kali menerima daging kurban, biasanya diolah menjadi sate, dibuat dendeng, atau dimasak menjadi sop di dapur pesantren.  

 

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada NU Care-LAZISNU dan Shopee Barokah atas daging kurban yang diberikan. Menurutnya, daging tersebut sangat bermanfaat bagi para santri, sekaligus menjadi bentuk kepedulian yang menambah semangat mereka dalam menjalani kegiatan di pesantren.


“Terima kasih banyak, kaget juga sih karena ini pertama kali. Sekali dapat langsung gede banget, jadi kita seneng banget. Terima kasih, kita juga ikut melihat penyembelihan,” Ucapnya. 


Ia berharap penerimaan daging kurban ini dapat menjadi keberkahan bagi semua yang terlibat, sekaligus mempererat silaturahmi yang baik.  

 

Kontributor:Ahmad Syafiq Sidqi