Jakarta, NU Online
Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) merilis data hilal jelang Safar 1448 H melalui Surat Instruksi Awal Shafar 1448 H pada 29 Muharram 1448 H / 15 Juli 2026 M di Indonesia yang dikeluarkan pada Rabu (15/7/2026).
Data hisab ini merupakan hasil perhitungan LF PBNU yang dilakukan untuk hari Rabu Pon 29 Muharram 1448 H yang bertepatan dengan tanggal 15 Juli 2026 M pada titik Gedung PBNU Jl Kramat Raya Jakarta Pusat dengan koordinat 6º 11’ 25” LS 106º 50’ 50” BT. Perhitungan ini dilakukan berdasarkan perhitungan metode ilmu falak (sistem hisab) jama’i atau tahqiqy tadqiky ashri kontemporer khas Nahdlatul Ulama.
Hilal akhir Muharram 1448 H atau bertepatan dengan Rabu Pon, 15 Juli 2026 M adalah 12 derajat 31 menit 00 detik dengan elongasi 14 derajat 43 menit 00 detik dan lama hilal di atas ufuk 26 menit 44 detik. Sementara ijtima (konjungsi) terjadi pada Selasa Pahing 14 Juli 2026 M pukul 16:44:53 WIB.
Adapun letak Matahari terbenam 21 derajat 28 menit 28 detik utara titik barat, sedangkan letak hilal berada pada posisi 22 derajat 29 menit 57 detik utara titik barat. Sementara kedudukan hilal 1 derajat 01 menit 29 detik utara Matahari dan keadaan hilal miring ke utara.
Hal ini berdasarkan markaz Jakarta Gedung PBNU Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat (koordinat 6º 11’ 25” LS 106º 50’ 50” BT). Penghitungan ini dilakukan dengan metode falak (hisab) tahqiqi tadqiki ashri kontemporer khas Nahdlatul Ulama.
Adapun parameter hilal terkecil itu terdapat di Kota Merauke, Provinsi Papua Selatan. Ketinggian hilal di sana mencapai +11 derajat 13 menit, elongasi hilal haqiqy 13 derajat 25 detik dan lama hilal di atas ufuk 53 menit 37 detik.
Sementara tinggi hilal terbesar terjadi di Kota Lhoknga, Provinsi Aceh. Ketinggian hilal di sana mencapai +12 derajat 57 menit, elongasi hilal haqiqy 15 derjaat 19 menit dan lama hilal di atas ufuk 58 menit 28 detik.
Data di atas menunjukkan hilal sudah berada di atas ufuk dan sudah memenuhi kriteria imkanurrukyah. Pasalnya, tinggi hilal sudah melebih 3 derajat dan elongasi sudah lebih dari 6,4 derajat.
"Maka untuk seluruh Indonesia, hilal sudah ada di atas ufuk pada saat Matahari terbenam," demikian tertulis dalam surat tersebut.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga merilis data perhitungan hilal 1 Muharram 1448 H dalam Informasi Prakiraan Hilal Saat Matahari Terbenam Tanggal 14 dan 15 Juli 2026 M (Penentu Awal Bulan Safar 1448 H).
Dalam informasi itu, dijelaskan bahwa konjungsi akan terjadi pada hari Selasa, 14 Juli 2026 M, pukul 9.43.28 UT atau Selasa, 14 Juli 2026 M, pukul 16.43.28 WIB atau Selasa, 14 Juli 2026 M, pukul 17.43.28 WITA atau Selasa, 14 Juli 2026 M, pukul 18.43.28 WIT.
Di wilayah Indonesia pada tanggal 14 Juli 2026, waktu Matahari terbenam paling awal adalah pukul 17.34.20 WIT di Merauke, Papua dan waktu Matahari terbenam paling akhir adalah pukul 18.57.36 WIB di Sabang, Aceh. Sementara di wilayah Indonesia pada tanggal 15 Juli 2026, waktu Matahari terbenam paling awal adalah pukul 17.34.32 WIT di Merauke, Papua dan waktu Matahari terbenam paling akhir adalah pukul 18.57.38 WIB di Sabang, Aceh.
Ketinggian Hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 14 Juli 2026, berkisar antara -2.03 derajat di Merauke, Papua sampai dengan 0.72 derajat di Sabang, Aceh. Sementara ketinggian Hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 15 Juli 2026, berkisar antara 11.55 derajat di Merauke, Papua sampai dengan 13.44 derajat di Sinabang, Aceh.
Sementara itu, besaran elongasi geosentris di Indonesia saat Matahari terbenam pada 14 Juli 2026, berkisar antara 3.2 derajat di Tobadak, Sulawesi Barat sampai dengan 3.37 derajat di Sabang, Aceh. Sementara elongasi geosentris di Indonesia saat Matahari terbenam pada 15 Juli 2026, berkisar antara 13.44 derajat di Merauke, Papua sampai dengan 15.34 derajat di Sabang, Aceh.
Data BMKG juga menunjukkan umur Bulan di Indonesia saat Matahari terbenam pada 14 Juli 2026, berkisar antara -1.15 jam di Merauke, Papua sampai dengan 2.24 jam di Sabang, Aceh. Sementara umur Bulan di Indonesia saat Matahari terbenam pada 15 Juli 2026, berkisar antara 22.85 jam di Merauke, Papua sampai dengan 26.24 jam di Sabang, Aceh.
Adapun lama hilal saat Matahari terbenam pada 14 Juli 2026, berkisar antara -7.81 menit di Merauke, Papua sampai dengan 5.03 menit di Sabang, Aceh. Lag di Indonesia saat Matahari terbenam pada 15 Juli 2026, berkisar antara 55.98 menit di Waris, Papua sampai dengan 62.86 menit di Sinabang, Aceh.