Nasional

Dibaca Setelah Selesai, Ini 4 Lafal Doa Buka Puasa Ramadhan yang Bisa Dipilih

Kamis, 19 Februari 2026 | 13:00 WIB

Dibaca Setelah Selesai, Ini 4 Lafal Doa Buka Puasa Ramadhan yang Bisa Dipilih

Ilustrasi buka puasa. (Foto: NU Online/Freepik)

Jakarta, NU Online

Umat Islam sudah memasuki bulan Ramadhan 1447 H pada Kamis (19/2/2026). Di bulan suci dan istimewa ini, umat Islam wajib melaksanakan ibadah puasa.


Sangatlah dianjurkan untuk segera berbuka setelah waktu Maghrib tiba. Dalam hal ini, umat Islam dianjurkan untuk berdoa. Ustadz M Ali Zainal Abidin menjelaskan bahwa doa ini dibaca setelah rampung menyantap hidangan buka puasa.


"Cara membaca doa yang paling benar adalah membacanya ketika setelah selesainya berbuka puasa," tulisnya dalam artikel Doa Buka Puasa, Dibaca Sesudah Berbuka atau Sebelumnya? yang dikutip NU Online pada Kamis (19/2/2026).


Meskipun demikian, ia juga menyertakan pandangan lain yang menyebut doa buka puasa boleh dilakukan saat hendak menikmati hidangan. Namun, ia menegaskan bahwa utamanya, doa buka puasa dilakukan setelah habis menikmatinya.


"Memang tidak dapat dipungkiri bahwa meskipun dengan membaca doa di atas sebelum berbuka puasa, telah mendapatkan kesunnahan (husul ashli as-sunnah), tapi tetap yang paling utama adalah membacanya tatkala selesai berbuka," tulisnya dengan referensi kitab Busyral Karim.


Adapun empat lafal doa buka puasa adalah sebagai berikut.


1. Riwayat sahabat Mu’adz bin Zuhrah


 اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ


Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika afthartu 


"Ya Allah hanya untuk-Mu kami berpuasa dan atas rezeki yang Engkau berikan kami berbuka."


2. Riwayat Sahabat Abdullah bin ‘Umar


ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ


Dzahabadzh dzhama-u wabtallatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah


“Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala tetap, insyaallah."


3. Kitab I'anah at-Thalibin


Di dalam Hasyiyah I'anah at-Thalibin juz 2 halaman 279, Syekh Abu Bakar Syatha ad-Dimyathi menekankan bahwa ketentuan doa berbuka puasa yang baik adalah membaca doa sesuai dengan lafal doa dalam hadits riwayat Mu’adz bin Zuhrah. 


Sementara lafal doa dalam hadits yang diriwayatkan Abdullah bin Umar ditambahkan ketika seseorang berbuka dengan menggunakan air. Berikut penjelasannya: 


وَيُسَنُّ أَنْ يَقُوْلَ عَقِبَ الْفِطْرِ: اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ وَيَزِيْدُ - مَنْ أَفْطَرَ بِالْمَاءِ -: ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى.


“Disunnahkan membaca doa setelah selesai berbuka 'Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika aftharthu' dan bagi orang yang berbuka dengan air ditambahkan doa: 'Dzahabadzh dzhama-u wabtallatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah'."


4. Sulaiman Bujairimi dalam Hasyiyah Iqna


Dalam kitab tersebut, dijelaskan juga doa berbuka puasa sebagaimana dilansir NU Online berikut.


اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَبِكَ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ. ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شاءَ اللهُ. يا وَاسِعَ الفَضْلِ اِغْفِرْ لِي الحَمْدُ لِلهِ الَّذِي هَدَانِي فَصُمْتُ، وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ


Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika afthartu, wa bika amantu, wa bika 'alaika tawakkalatu, dzahabadzh dzhama-u wabtalatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah. Ya wasi'al-fadhli ighfirli alhamdulillahilladzi hadani fashumtu, wa razaqani fa-afthartu


"Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa. Dengan rezeki-Mu aku membatalkannya. Kepada-Mu aku berpasrah. Dahaga telah pergi. Urat-urat telah basah dan Insyaallah pahala sudah tetap. Wahai Dzat Yang Luas Karunia, ampuni aku. Segala puji bagi Tuhan yang memberi petunjuk padaku, lalu aku berpuasa. Dan segala puji Tuhan yang memberiku rezeki, lalu aku membatalkannya."