Dirawat di Rumah Sakit, TGH LM Turmudzi Badaruddin Berharap Bertemu Muktamar Ke-35 NU
Kamis, 4 Juni 2026 | 18:00 WIB
Lombok, NU Online
Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Tuan Guru Haji Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin mengungkapkan harapannya agar dapat dipertemukan kembali dengan gelaran Muktamar ke-35 NU.
Dalam rekaman singkat yang beredar, ulama kharismatik asal Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut menyampaikan harapannya menggunakan bahasa Sasak.
"Muktamar NU adenk mauk bae dait (Semoga saya bisa dipertemukan dengan Muktamar NU)," ungkap Tuan Guru Turmudzi, dikutip NU Online dari akun media resmi Pesantren Qamarul Huda, Rabu (3/6/2026).
Harapan tersebut disampaikannya di tengah masa perawatan Tuan Guru Turmudzi di rumah sakit saat ini. Meski demikian, pengasuh Pondok Pesantren Qamarul Huda Bagu, Pringgarata, Lombok Tengah tersebut tetap menunjukkan khidmah dan komitmen terhadap keberlangsungan Jam'iyyah Nahdlatul Ulama.
"Mohon ziyadah do'a untuk kesehatan guru kita Syaikhona TGH L M Turmudzi Badaruddin yang saat ini sedang di rawat di rumah sakit, sebagai ikhtiar semoga Allah swt segera memberikan kesehatan untuk beliau," tulis media Pesantren Qamarul Huda Bagu.
Keinginan Tuan Guru Turmudzi untuk menghadiri Muktamar ke-35 NU tersebut selaras dengan cita-cita yang pernah ia sampaikan sebelumnya pada Selasa (13/1/2026). Ulama sepuh tersebut menaruh harapan besar agar perhelatan akbar tertinggi Nahdlatul Ulama tersebut dapat diselenggarakan di kediamannya.
Keinginan tersebut dikabarkan juga sempat diutarakan langsung oleh Tuan Guru Turmudzi kepada Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, dalam sebuah pertemuan.
Pihak PWNU NTB beserta pengurus pesantren menyatakan kesiapan sarana, prasarana, hingga akomodasi penunjang di sekitar Lombok Tengah untuk menyambut gelaran nasional tersebut.
Sebagai informasi, berdasarkan Enskiklopedia NU yang dimuat NU Online, Tuan Guru Haji Lalu Turmudzi Badaruddin merupakan ulama kharismatik dan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) terkemuka asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang lahir pada 1 April 1936. Lahir dari keluarga bangsawan suku Sasak, ia memperdalam ilmu agama di Lombok, kemudian ke Makkah selama 10 tahun.
Sekembalinya ke tanah air, ia mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan dengan mendirikan Pondok Pesantren Qomarul Huda di Lombok, yang berkembang dari madrasah dasar hingga perguruan tinggi atas dukungan Gus Dur.
Di organisasi NU, pengabdiannya sangat panjang, dimulai dari tingkat Ranting Bagu, Syuriyah MWC Kecamatan Pringgarata, Wakil Rais Syuriyah PCNU Lombok Tengah, Wakil Rais Syuriyah PWNU NTB, hingga Rais Syuriyah PWNU NTB sekaligus Mustasyar PBNU sekarang. Ia juga tercatat sebagai salah seorang anggota Ahlul Halli wal Aqdi pada Muktamar Ke-33 NU tahun 2015 di Jombang dan Muktamar Ke-34 NU tahun 2021 di Lampung.
Sebagai Mursyid Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah, ia dihormati karena kesederhanaan dan keistiqomahannya. Ia juga mewariskan karya spiritual berupa kitab kumpulan wirid dan doa berjudul Zadul Ma'ad.