Gubernur California Resmikan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur
Rabu, 30 September 2026 | 17:00 WIB
Jakarta, NU Online
Gubernur California Gavin Newsom secara resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) AB 2017 bahwa hari raya Idul Fitri dan Idul Adha diakui secara resmi dalam hukum negara bagian California, Selasa (29/9/2026) waktu setempat.
Baca Juga
Makna dan Hikmah Idul Fitri
Mengutip Roya News, regulasi tersebut mulai berlaku efektif mulai tanggal 10 September 2026 guna memberikan payung hukum bagi para pekerja publik untuk menggunakan hak cuti berbayar yang ada demi merayakan hari besar keagamaan tanpa hambatan administratif.
Selain itu, sekolah negeri (tingkat TK hingga kelas 12) dan perguruan tinggi komunitas diberikan wewenang hukum untuk meliburkan kegiatan belajar-mengajar atau menyesuaikan kalender akademik dan jadwal ujian berdasarkan kesepakatan lokal.
Media Fox 40 melaporkan bahwa RUU tersebut mulanya diajukan oleh Anggota Majelis Matt Haney sejak awal Maret lalu melalui kerja sama dengan sejumlah organisasi dan komunitas Muslim, termasuk cabang California dari Council on American-Islamic Relations (CAIR), California Asian American and Pacific Islander Legislative Caucus, Muslim Leadership Council, serta didukung mantan Senator Negara Bagian Aisha Wahab.
“California adalah rumah bagi salah satu komunitas Muslim terbesar dan paling dinamis di negara ini, dan tradisi mereka layak diakui dan dihormati,” kata Haney dalam siaran pers, dikutip NU Online dari Fox 40 pada Rabu (30/9/2026).
“Pengakuan Idul Fitri dalam hukum negara bagian merupakan langkah penting untuk memastikan setiap warga California dapat merayakan hari raya mereka bersama keluarga tanpa dipaksa melakukan pengorbanan yang tidak perlu," lanjutnya.
Dukungan juga datang dari Komisi Urusan Asia dan Kepulauan Pasifik Amerika California. Ketua Komisi, Jason Paguio, menekankan pentingnya peran lembaga publik dalam merangkul keberagaman keberadaan warga.
“AB 2017 mencerminkan komitmen bersama Komisi terhadap California di mana lembaga-lembaga publik kita mengakui dan menghormati komunitas yang mereka layani,” ujar Jason Paguio.
“Dengan secara resmi mengakui Idul Fitri dan Idul Adha, negara bagian kita menegaskan signifikansi budaya dari perayaan-perayaan ini sekaligus memberikan sekolah dan tempat kerja publik alat praktis untuk mendukung mereka yang merayakannya," ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif CAIR California Hussam Ayloush menyatakan bahwa mahasiswa dan karyawan Muslim selama ini kerap dihadapkan pada dilema antara menunaikan ibadah atau memenuhi kewajiban akademis dan profesional. Menurutnya, regulasi baru ini menghapus hambatan tersebut serta menyelaraskan kebijakan negara bagian dengan nilai-nilai inklusivitas dan kesetaraan budaya.
Pengesahan AB 2017 tersebut menjadi titik penting di tengah maraknya sentimen anti-Islam. Sebab, bersamaan dengan pengesahan tersebut, data internal CAIR mencatat adanya kenaikan insiden dan serangan yang menargetkan masjid serta pusat-pusat Islam di Amerika Serikat sebesar 183 persen sepanjang periode Mei hingga Juli dibandingkan tahun sebelumnya.