Hari Santri 2026, BEM PTNU Salurkan Air Bersih dan Masker ke Berbagai Titik Terdampak Kekeringan dan Karhutla
Jumat, 23 Oktober 2026 | 10:30 WIB
Penyaluran air bersih ke daerah terdampak kekeringan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) (Foto: Istimewa).
Jakarta, NU Online
Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) menyalurkan 1 juta liter air bersih bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan ekstrem di sejumlah wilayah. Bantuan tersebut menjangkau Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Jambi, Sumatra Selatan, Madura di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Sulawesi.
Selain menyalurkan air bersih, BEM PTNU juga membagikan masker kepada masyarakat untuk mengurangi paparan asap akibat karhutla. Aksi kemanusiaan tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Santri 2026 pada Kamis (22/10/2026).
Baca Juga
Doa-Doa agar Selamat dari Kebakaran
“Hari Santri Nasional Tahun ini, Tidak ada perayaan dan kegiatan seremonial. Kita turun ke lapangan, bantu masyarakat, bakti sosial dan sediakan 1 juta liter air bersih untuk daerah kekeringan ekstrem dan Karhutla," kata Presidium Nasional BEM PTNU Se-Nusantara, Achmad Baha’ur Rifqi, kepada NU Online pada Jumat (23/10/2026).
Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Santri 2026 perlu diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
"Momentum Hari Santri harus menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kepesantrenan perlu hadir melalui kepedulian, pengabdian, dan tindakan konkret bagi warga yang sedang menghadapi musibah,” jelasnya.
Menurutnya, penyaluran air bersih menjadi salah satu langkah untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak karhutla dan kekeringan.
Ia menjelaskan bahwa di sejumlah wilayah, kebakaran dapat memperburuk kondisi lingkungan, mengganggu aktivitas warga, hingga meningkatkan kebutuhan akan perlindungan dari paparan asap.
"Pembagian masker menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat menghadapi dampak asap kebakaran. Kami berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga, terutama kelompok rentan yang membutuhkan perhatian lebih selama kondisi darurat," katanya.
Baha juga menilai keterlibatan mahasiswa NU dalam aksi kemanusiaan merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang sejalan dengan nilai perjuangan santri. Menurutnya, mahasiswa perlu hadir di tengah persoalan sosial, merespons kebutuhan warga, dan membangun solidaritas lintas wilayah.
Melalui kegiatan tersebut, ia berharap semangat Hari Santri Nasional semakin bermakna melalui gerakan kepedulian lingkungan dan kemanusiaan.
"Kami komitmennya untuk terus mendorong gerakan mahasiswa yang berorientasi pada kemanfaatan publik, kepedulian sosial, dan pengabdian nyata bagi masyarakat Indonesia," terangnya.