Jakarta, NU Online
Di dalam khazanah Islam, malam nisfu sya’ban dikenal memiliki sejumlah istilah lain dan menyimpan berbagai keistimewaan. Malam pertengahan bulan Sya’ban ini diyakini sebagai momentum penuh rahmat, ampunan, dan penguatan ikatan hamba dengan Allah Swt.
Adalah Syekh Salim As-Sunhuri, salah satu ulama yang membeberkan keistimewaan nisfu sya’ban. Di dalam Risalatul Kasyfi wal Bayan 'an Fadhail Lailatin Nishfi min Sya'ban-nya ia menyebut sejumlah istilah lain berikut alasan penamaan dari bulan ke delapan hijriah itu.
Di antara istilah itu yakni malam yang diberkati (lailatul mubarokah). Disebut demikian, karena pada malam ini Allah memerintahkan malaikat untuk menebar kebaikan kepada umat Nabi Muhammad.
"Pada malam pertengahan bulan Sya’ban, keberkahan itu juga dirasakan oleh bertambahnya air Zamzam. Sebab, pada malam itu air Zamzam akan bertambah dengan tambahan yang sangat nyata dan bisa disaksikan dengan mata kepala manusia," tulis Ustadz Sunnatullah di dalam 10 Nama Malam Nisfu Sya'ban, dikutip Senin (2/2/2026).
Selanjutnya, malam ini disebut dengan malam pembagian takdir (qismah wat taqdir). Ia menyampaikan, pada malam ini malaikat diberi mandat untuk menentukan takdir setiap manusia. Mulai dari usia, jodoh, rezeki dan lain semacamnya. Hal ini disebut merujuk kepada hadits yang diriwayatkan Atha' bin Yasar.
"Dalam riwayat yang lain juga disebutkan bahwa pada malam pertengahan bulan Sya’ban Allah menetapkan beberapa keputusan yang Dia kehendaki, kemudian menyerahkan kepada para pemiliknya pada malam lailatul qadar," terangnya.
Selain itu, malam ini disebut malam kehidupan (al-hayat). Umat Islam yang beribadah pada malam ini, Allah akan menjaga hatinya agar senantiasa dalam keberimbangan hidup di dunia maupun akhirat.
Istilah berikutnya adalah malam pemerdekaan. Salah seorang Ustadz di Pondok Pesantren al-Hikmah Darussalam, Bangkalan, Jawa Timur itu mengatakan bahwa pada malam ini umat Nabi Muhammad dibebaskan dari siksaan neraka.
"Diriwayatkan, sungguh Nabi Muhammad sedang duduk pada suatu malam (nisfu Sya’ban), maka datang kepadanya malaikat Jibril. Ia berkata: Sungguh Allah telah memerdekakan dari neraka separuh umatmu," terangnya mengutip hadits riwayat Sayyidah 'Aisyah.
Selain istilah di atas, disampaikan bahwa Syekh Salim juga menyebut istilah lain seperti malam penghapusan dosa (at-takfir), malam diterimanya doa (al-ijabah), malam hari raya malaikat, malam pembebasan (bara'ah) dan malam hadiah (jaizah).
Dalam artikel lain, ustadz Sunnatullah menjelaskan lebih detail keistimewaan malam nisfu sya'ban. Ia menyebut, malam ini sebagai malam ditentukannya takdir-takdir manusia. Ia mengutip hadits yang diriwayatkan Imam Baihaqi untuk menopang pandangannya.
"Mari jangan sia-siakan malam tersebut dengan membiarkannya lewat begitu saja, tanpa ada manfaat dan keberkahan yang bisa kita dapatkan di dalamnya," ajaknya melalui tulisan berjudul Rahasia dan Keistimewaan Malam Nisfu Sya’ban.
Tak kalah penting, lanjutnya, pada malam ini Allah mengampuni setiap umat Islam kecuali mereka yang menduakan Allah dan berseteru dengan saudaranya. Hal demikian dialamatkan kepada tutur Nabi Muhammad yang diriwayatkan oleh Imam at-Thabrani.
“Allah swt melihat kepada semua makhluk-Nya pada malam pertengahan bulan Sya’ban, maka Dia memberi ampunan pada semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan (dengan saudaranya)," tulisnya mengalihbahasakan hadits.
Untuk diketahui, Nisfu Sya'ban 1447 H jatuh pada hari Selasa Legi, 3 Februari 2026 M (mulai malam Selasa). Ketentuan ini merujuk pada keputusan Lembaga Falakiyah PBNU Nomor 116/PB.08/A.II.11.13/13/01/2026 tentang bulan Sya’ban yang jatuh pada Selasa Pahing, 20 Januari 2026 lalu.