Jokowi Tunjukkan Ijazah Strata 1 kepada Hakim, Sangkal Foto Dumatno Budi Utomo
Kamis, 5 November 2026 | 13:00 WIB
Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) saat menunjukan ijazahnya ke Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur, pada Kamis (5/11/2026). (Foto: Haekal Attar).
Jakarta, NU Online
Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan ijazah strata satunya kepada Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jalan Dr Sumarno, Cakung, Jakarta Timur pada Kamis (5/11/2026).
"Sebagaimana yang sudah ditunjukkan saksi, (itu) ijazah strata satu, betul ya? Tanya jaksa kepada Jokowi.
"Betul, Yang Mulia," jawab Jokowi.
Jaksa kemudian menanyakan terkait keaslian foto di dalam ijazah tersebut yang dikaitkan dengan gambar seseorang bernama Dumatno Budi Utomo.
"Tadi di situ ada foto ya, saudara saksi? Itu foto saudara saksi atau foto Dumatno Budi Utomo?" tanya jaksa.
"Foto saya, Yang Mulia. Untuk apa dipasang foto Dumatno Budi Utomo?," jawab Jokowi.
Selain itu, Jaksa juga mempertanyakan soal ijazahnya yang dijadikan obek penelitian oleh terdakwa.
"Tidak tahu, Yang Mulia," jawa Jokowi.
Lebih lanjut, Jaksa juga mempertanyakan apakah Jokowi pernah memberikan verifikasi ataupun izin dari terdakwa kepada Saksi untuk melakukan penelitian terkait dengan ijazahnya.
Lantas, Jokowi juga menyebut tidak pernah. Ia mengaku sempat ada sejumlah orang mendatangi rumah untuk memintanya menunjukkan Ijazah.
"Saya sampaikan, Bapak Ibu tidak memiliki otoritas untuk itu. Jadi, tidak saya tunjukan, Yang Mulia. Saya sampaikan, saya akan menunjukkan kalau diminta oleh aparat kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan, Yang Mulia," jelasnya.
Lebih lanjut, Jokowi menunjukan survei bahwa 18 persen atau sekitar 34 juta rakyat Indonesia percaya jika ijazahnya palsu.
"Tercemar nama baik saya, Yang Mulia," tegasnya.
"18 persen kalau dikonfersikan ke orang itu kurang lebih 34 juta orabg percaya mengenai terhadap tuduhan ijazah palsu, Yang Mulia," jelasnya.
Jaksa kemudian menanyakan kepada Jokowi apakah merasa kepercayaan publik jadi menurun akibat tuduhan ijazah palsu.
"Betul, Yang Mulia. 34 juta orang percaya, Yang Mulia. Bahwa tuduhan ijazah palsu ini telah mengurangi kepercayaan publik terhadap saya, Yang Mulia," terang.
Yang dianjurkan saat khutbah berlangsung adalah membaca doa dalam hati, tanpa dilafalkan dan tanpa menggerakan anggota tubuh. Hal tersebut dilakukan dengan harapan mendapat waktu mustajabah yang menurut mayoritas ulama Syafiiyyah terhitung saat khatib duduk di mimbar sampai selesai shalat Jumat.