Nasional

Katib Syuriyah PBNU: Penguatan Organisasi Jadi Prioritas Pengurus Baru

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Katib Syuriyah PBNU: Penguatan Organisasi Jadi Prioritas Pengurus Baru

Katib Syuriyah PBNU KH Mujib Qulyubi di Cibubur, Depok, Jawa Barat, Jumat (23/10/2026). (Foto: NU Online/Suwitno)

Jakarta, NU Online

 

Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Mujib Qulyubi mengatakan penguatan organisasi menjadi prioritas kepengurusan PBNU masa khidmah 2026–2031. Menurut dia, penguatan struktur organisasi diperlukan untuk menopang program pengkaderan dan pendidikan hingga tingkat wilayah dan cabang.

 

Kiai Mujib mengatakan, masih terdapat sejumlah pengurus NU di tingkat wilayah dan cabang yang perlu diperkuat. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat memengaruhi pelaksanaan program pengkaderan dan pendidikan yang menjadi bagian penting dari keberlanjutan organisasi.

 

“Jujur saja, masih banyak di antara cabang dan wilayah yang masih lemah. Ini harus kita perkuat,” kata Mujib di Hotel Trans Studio Mall Cibubur, Depok, Jawa Barat, Jumat (23/10/2026).

 

Ia menilai pengkaderan dan pendidikan tidak dapat berjalan optimal jika organisasi di tingkat bawah belum memiliki fondasi yang kuat. Karena itu, penguatan kelembagaan perlu menjadi perhatian utama dalam penyusunan program kepengurusan baru.

 

“Bagaimana kita berbicara soal pengkaderan dan pendidikan kuat kalau NU-nya tidak kuat? Jadi, penguatan organisasi itu paling pokok,” ujarnya.

 

Ia juga menyoroti keterkaitan antara bidang pendidikan dan keorganisasian yang perlu ditangani secara terpadu.

 

Selain penguatan organisasi, Kiai Mujib menekankan pentingnya koordinasi antara syuriyah dan tanfidziyah dalam menjalankan program PBNU. Ia mengacu pada arah pembahasan internal kepengurusan yang mendorong kerja bersama antara kedua unsur tersebut.

 

Menurut dia, pembagian tugas antara syuriyah dan tanfidziyah tidak seharusnya menjadi sekat yang memisahkan pelaksanaan program. Syuriyah tetap menjalankan fungsi bimbingan, sedangkan kedua unsur kepengurusan perlu bersinergi dalam menjalankan amanah organisasi.

 

“Kerjaan syuriyah ya kerjaan tanfidziyah, walaupun sifatnya kita guided, kita membimbing saja. Jadi, ini diarahkan pada kerja bersama-sama,” kata Mujib.

 

Ia berharap kepengurusan baru dapat menjaga persaudaraan di lingkungan Nahdlatul Ulama agar seluruh pengurus mampu bergerak bersama dalam menjalankan program organisasi.

 

Mujib menyebut semangat ukhuwah Nahdliyah atau persaudaraan di kalangan warga NU perlu diwujudkan dalam kerja kolektif dan hubungan yang rukun di antara pengurus.

 

“Harapan saya, mudah-mudahan ukhuwah Nahdliyah akan tercipta di dalam kepengurusan saat ini, sehingga kemudian kita tanggung dan kita maju bersama-sama,” ujarnya.