Nasional

Kemendikdasmen Revitalisasi 55 Ribu Sekolah dan Beri Tunjangan Ratusan Ribu Guru

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Kemendikdasmen Revitalisasi 55 Ribu Sekolah dan Beri Tunjangan Ratusan Ribu Guru

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti (tengah). (Foto: Kemendikdasmen)

Jakarta, NU Online

 

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah melakukan revitalisasi terhadap 55.451 sekolah sepanjang tahun 2025-2026 per 20 Oktober 2026 lalu. Hal tersebut merupakan upaya Kemendikdasmen untuk terus memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan.

 

Pada 2025, program revitalisasi dan pembangunan sekolah menjangkau 16.167 satuan pendidikan, melampaui target 10.440 satuan pendidikan, dengan 99,96 persen pembangunan telah selesai. Hingga 20 Oktober 2026, program ini menjangkau 39.284 satuan pendidikan dari target 31.744 atau mencapai 123,75 persen.

 

Pelaksanaannya dilakukan melalui skema swakelola dengan penyaluran dana langsung ke sekolah, melibatkan lebih dari 58 ribu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal serta menyerap sekitar 238 ribu tenaga kerja.

 

Pemulihan sekolah terdampak bencana juga menjadi perhatian Kemendikdasmen. Di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, sebanyak 3.134 dari 3.178 sekolah sasaran telah direvitalisasi atau mencapai 98,62 persen.

 

Sementara untuk penanganan bencana lainnya, revitalisasi telah menjangkau 747 dari 749 sekolah sasaran atau 99,73 persen. Pemerintah mengalokasikan Rp1,4 triliun untuk memulihkan layanan pendidikan pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

 

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa capaian dua tahun pertama menjadi pijakan untuk terus memperbaiki layanan pendidikan secara berkelanjutan.

 

“Dua tahun pertama ini merupakan periode penting untuk membangun fondasi pendidikan bermutu bagi semua. Angka-angka capaian yang kita raih hari ini bukanlah hasil akhir, melainkan parameter dan tolok ukur bagi kami untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan demi mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Menteri Mu’ti dalam Taklimat Media Dua Tahun Capaian Kemendikdasmen di Plaza Insan Berprestasi, Jakarta, Senin (26/10/2026).

 

Dalam bidang digitalisasi pembelajaran, pada 2025 sebanyak 288.865 sekolah menerima perangkat papan interaktif digital (PID) beserta perangkat pendukung (laptop dan diska keras). Pada 2026, distribusi PID mencapai 72.258 unit dari target 742.536 unit. Tak hanya itu, Kemendikdasmen juga menyediakan akses listrik bagi 2.389 sekolah, internet bagi 8.152 sekolah, serta pendampingan pemanfaatan PID bagi 126.097 sekolah. 

 

Pengembangan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) turut berjalan. SNT lahir dari mandat Presiden Prabowo untuk membangun 500 layanan sekolah jenjang SMP-SMA sebagai pusat mutu pendidikan yang menggerakkan ekosistem pendidikan di sekitarnya. Sebanyak 17 SNT telah beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027 dengan menerima 1.360 murid baru di 13 provinsi. Sementara 20 kabupaten/kota lainnya masuk dalam rencana pembangunan SNT, yang pada 2027 akan dibangun 100 sekolah.

 

Tunjangan guru

 

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Syahganda Nainggolan mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap pendidikan dan kesejahteraan guru. “Tidak ada peningkatan kualitas hidup masyarakat tanpa didukung oleh program-program pendidikan yang bermutu. Kami sangat mengapresiasi perhatian besar pemerintah terhadap nasib dan kesejahteraan guru, baik ASN maupun non-ASN, serta lompatan program digitalisasi pendidikan hingga ke daerah terpencil,” ujarnya.

 

Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan guru, penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) non-ASN pada 2026 mencapai 804.788 orang, sedangkan penerima Tunjangan Khusus Guru (TKG) non-ASN mencapai 31.131 orang. Sejak 2025, TPG bagi guru non-ASN non-inpassing naik dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta. Insentif guru non-ASN juga naik dari Rp300.000 menjadi Rp400.000 per bulan. Hingga September 2026, penyaluran tunjangan guru dan tenaga kependidikan non-ASN tercatat Rp16,64 triliun kepada 890.280 penerima.

 

Peningkatan kesejahteraan tersebut disertai pengembangan kompetensi. Sepanjang 2025–2026, sebanyak 868.615 guru mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Guru Tertentu. Selain itu, 186.160 pendidik dan tenaga kependidikan menyelesaikan pelatihan Pembelajaran Mendalam, 53.023 guru mengikuti pelatihan koding dan kecerdasan artifisial (AI), serta 114.288 guru mengikuti pelatihan pendidikan inklusif.

 

Dukungan untuk murid

 

Di samping itu, dukungan Kemendikdasmen bagi murid diberikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP), pengembangan pembelajaran, dan pembentukan karakter. Pada 2025, PIP menjangkau sekitar 19 juta murid dengan anggaran Rp13,43 triliun. Pada 2026, program ini menargetkan 19,48 juta murid, termasuk 888 ribu murid PAUD, dengan penyaluran yang telah menjangkau sekitar 13,6 juta murid.

 

Dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran, sebanyak 13,3 juta murid mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA). Pembelajaran Mendalam dikembangkan dengan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, sementara koding dan kecerdasan artifisial telah diterapkan sebagai mata pelajaran pilihan di 20.167 sekolah. Penguatan karakter dilakukan melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang telah diterapkan di 170.870 sekolah di 38 provinsi, disertai pembiasaan positif dan upaya pencegahan kekerasan serta perundungan.

 

Pemerataan akses turut didukung melalui Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP), yang pada 2025 menjangkau 50,43 juta murid. Angka partisipasi sekolah penduduk usia 7–18 tahun mencapai 93,13 persen. Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) menjangkau 4.616 murid, sementara sekitar 8,04 juta anak menerima bantuan perlengkapan sekolah. Kemendikdasmen juga mendistribusikan 5.538.000 buku bacaan bermutu dan melanjutkan program pelindungan bahasa daerah serta pengembangan bahasa Indonesia di tingkat internasional.

 

Berbagai capaian tersebut menjadi pijakan bagi Kemendikdasmen untuk melanjutkan perbaikan sarana pendidikan, meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi guru, serta memperluas kesempatan belajar bagi murid agar pendidikan bermutu dapat dirasakan secara lebih merata.