Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
Sabtu, 20 Juni 2026 | 23:45 WIB
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri KH Nurul Huda Djazuli saat menyampaikan mauidzoh dan memimpin doa pada pembukaan Munas-Konbes NU 2026 di Pesantren Al-Falah, Ploso, Kediri, Jawa Timur, Sabtu (20/6/2026). (Foto: NU Online/Suwitno)
Kediri, NU Online
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, KH Nurul Huda Djazuli memimpin doa dalam rangkaian pembukaan Munas-Konbes PBNU 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Mojo, Kediri, Sabtu (20/6/2026). Sebelum memanjatkan doa, ia menitipkan sebuah pesan mendalam untuk struktural NU.
Di tengah dinamika NU yang terus bergulir, ia berpesan kepada seluruh pengurus NU agar tetap tulus dan ikhlas menjalankan roda organisasi, sebagaimana yang telah dicontohkan para Masyayikh NU.
"Kita semua mengerti situasi hari ini, tapi atas keteguhan dan kekuatan dari para Masyayikh kita, NU masih berada dalam keadaan ghaaiman daaiman, bisa bertahan hingga kini."
"Maka semoga para pimpinan dan pengurus NU ini bisa berjuang dengan tulus dan ikhlas," sambungnya.
Selanjutnya, Kiai Nurul Huda memiliki sebuah kaidah yang berbunyi: "Jika NU ini hidup maka pondok pesantren ikut hidup, tapi jika NU ini mati, maka otomatis semua ikut mati".
"Maka, saya sering berdoa kepada Allah agar selalu menghidupkan syiar Islam di tubuh Jam'iyyah Nahdlatul Ulama ini beserta pondok pesantrennya," tuturnya dalam bahasa Arab.
Tak sampai di situ, Kiai Nurul Huda mengaku tak menyangka pondok pesantren yang ia asuh akan menjadi pusat perhatian nasional. Ia menyebut situasi di pesantrennya hari ini berbanding terbalik dengan namanya, "pelosok".
"Saya lihat situasi di sini berbeda dengan biasanya. Ploso hari ini sangatlah ramai, banyak ulama dan pejabat yang hadir. Padahal biasanya, Ploso ini ya seperti namanya, pelosok," ungkapnya.
Ia juga menyampaikan rasa syukurnya atas kehadiran para tokoh di pesantren yang dipimpinnya. Ia menganggap kehadiran para ulama dan pejabat dari penjuru negeri ini sebagai anugerah bagi warga Ploso, bahkan Kecamatan Mojo.
"Terima kasih banyak atas kehadiran para ulama semuanya, semoga jasa njenengan-njenengan dalam membesarkan NU ini diterima Allah sebagai 'amalan shalihan maqbulan," ujar Kiai Nurul Huda.
Kontributor: Umi Kholifah