Munas dan Konbes NU 2026 Digelar di Pesantren Al-Falah Ploso Kediri
NU Online · Kamis, 4 Juni 2026 | 08:30 WIB
Suci Amaliyah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU pada 20-21 Juni 2026. Agenda tersebut akan berlangsung di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur.
Keputusan mengenai lokasi penyelenggaraan disampaikan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar melalui surat bernomor 353/PB.23/A.II.08.03/99/06/2026 [PDF] perihal Petunjuk dan Instruksi Terkait Pelaksanaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU.
“Bahwa pilihan dan keputusan tersebut telah saya komunikasikan kepada Yang Terhormat Ketua Umum PBNU melalui pesan WhatsApp sejak tanggal 1 Juni 2026,” tulis KH Miftachul Akhyar dalam surat tersebut, sebagaimana dikutip pada Kamis (4/6/2026).
Dalam surat yang sama, Rais Aam PBNU menginstruksikan Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) untuk segera mempersiapkan penyelenggaraan Munas Alim Ulama dan Konbes NU.
“Dengan ini saya instruksikan kepada Steering Committee dan Organizing Committee untuk segera bekerja sekuat tenaga (all out) dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menyiapkan penyelenggaraan Munas Alim Ulama dan Konbes NU dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Katib Aam PBNU KH Said Asrori membenarkan surat instruksi yang dikeluarkan oleh Rais Aam PBNU tersebut.
“Sudah,” kata Said Asrori saat dikonfirmasi.
Sebelumnya, terdapat tiga pesantren yang masuk dalam daftar kandidat lokasi penyelenggaraan, yakni Pondok Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar Medan, Pondok Pesantren Shiin Al-Falah Padang, dan Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBNU H Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan rapat pleno PBNU juga memutuskan perlunya percepatan pembahasan berbagai materi yang akan dibahas dalam Munas dan Konbes untuk menjadi bahan Muktamar NU mendatang.
Beberapa materi yang disiapkan antara lain rancangan peraturan perkumpulan terkait pengelolaan usaha milik PBNU, tata kelola keuangan, serta tata kelola Digdaya sebagai bagian dari sistem tata kelola persuratan yang kini telah diterapkan dalam proses transisi dari tata kelola manual menuju tata kelola digital.
“Ini adalah masa-masa yang krusial. Ada hal-hal yang ke depan perlu diperbaiki dan dijadikan pelajaran untuk kemudian dituangkan dalam peraturan-peraturan perkumpulan,” katanya.
Terpopuler
1
Diskusi Kabla Muktamar Ke-35 di Unusia: Pengendali NU Kian Anonim, Perlu Menjaga Jarak dari Intervensi Negara
2
Akui Dapat Banyak Kritik, Presiden Prabowo Heran MBG Disebut Pemborosan
3
11 Kecamatan Banyumas Rawan Kekeringan, Ansor Minta Penanganan Tak Hanya Distribusi Air Bersih
4
Pendukung Spanyol Kibarkan Bendera Palestina Sepanjang Turnamen Piala Dunia 2026
5
Fachry Ali: Gus Dur Membuka Jalan Saya Melihat NU sebagai Objek Kajian Akademik
6
Halaqah Pra-Muktamar di Ciganjur Hasilkan Delapan Rekomendasi untuk Muktamar Ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua