Ketum MUI Ajak Umat Islam Bersinergi dengan Pemerintah Bangun Indonesia Damai dan Sejahtera
Sabtu, 7 Februari 2026 | 12:30 WIB
KH Anwar Iskandar saat menyampaikan pidato sambutan dalam agenda Pengukuhan Pengurus MUI 2025-2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Sabtu (7/2/2026). (Foto: NU Online/Suwitno)
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar mengajak umat Islam untuk bersinergi dengan pemerintah dalam membangun Indonesia yang damai dan sejahtera.
Ajakan itu disampaikannya saat ia berpidato dalam Pengukuhan Pengurus MUI Pusat masa khidmah 2025-2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
Ia menegaskan bahwa MUI bukan hanya milik para pengurus yang telah dilantik, melainkan milik seluruh umat Islam sekaligus warga bangsa Indonesia. Karena itu, Kiai Anwar menegaskan bahwa MUI di semua tingkatan—baik pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota—perlu terus meningkatkan peran dalam membersamai pemerintah.
"Presiden memimpin bangsa Indonesia untuk membangun negara menuju masyarakat yang damai, bersatu, dan sejahtera, serta menjadi bangsa yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur," jelasnya.
Kiai Anwar juga mengajak umat Islam untuk terus mempererat ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama umat Islam), memupuk ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan), dan menguatkan ukhuwah insaniyah (persaudaraan kemanusiaan). Menurutnya, persatuan menjadi kunci terwujudnya stabilitas negara.
"Dengan itu kita bisa berbuat lebih baik untuk Indonesia di masa mendatang,” ujarnya.
Ia menilai, keberhasilan pembangunan Indonesia merupakan keberhasilan seluruh bangsa, termasuk umat Islam. Sebaliknya, jika pembangunan mengalami kegagalan, maka hal itu juga menjadi kegagalan umat Islam.
"Oleh karena itu, umat Islam berkewajiban membersamai pemerintah sebagai mitra untuk mengantarkan bangsa ini menuju kemakmuran di masa mendatang,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mendoakan Presiden Indonesia Prabowo Subianto agar mampu menghadapi berbagai tantangan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
"Mudah-mudahan tidak ada perang di Indonesia, sebab perang dunia juga akan berakibat ke sini,” jelasnya.
Pada acara yang sama, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan terima kasih kepada para tamu yang hadir dalam agenda Pngukuhan dan Taaruf Pengurus MUI masa khidmah 2025.
“Ini adalah acara istimewa. Acara di Masjid Istiqlal, masjid kebesaran umat Islam dan lambang persatuan bangsa, menjadi semangat bagi Indonesia untuk menjadi bangsa merdeka, terhormat, berdiri sendiri, dan sejajar dengan bangsa lain di dunia,” katanya.
Ia menegaskan bahwa Masjid Istiqlal juga menjadi simbol semangat Indonesia sebagai bangsa yang mampu melindungi seluruh rakyatnya.
"Saya sungguh merasa bahagia, besar hati, dan hari ini adalah lambang bersatunya ulama dan umara,” katanya.
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi menjadi negara besar karena salah satu syarat utama keberhasilan peradaban adalah perdamaian.
"Perdamaian hanya bisa dicapai dengan bersatunya ulama dan umara. Hari ini saya bangga menjadi Presiden RI, saya merasa besar hati,” jelasnya.