Nasional

KH Ma'ruf Amin Minta Generasi Muda NU Jaga Prinsip dan Khittah NU

Ahad, 23 Agustus 2026 | 10:00 WIB

KH Ma'ruf Amin Minta Generasi Muda NU Jaga Prinsip dan Khittah NU

Mustasyar PBNU KH Maruf Amin di Depok, Jawa Barat, Sabtu (22/8/2026). (Foto: Asep)

Jakarta, NU Online

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma'ruf Amin menyatakan bahwa generasi muda NU diharapkan tetap berpegang pada prinsip-prinsip ke-NU-an, meskipun harus mampu berpikir dinamis mengikuti perkembangan zaman. 


Menurutnya, perubahan cara berpikir tersebut tidak boleh membuat generasi muda kehilangan landasan dan akar pemikiran NU. Hal itu disampaikannya disela-sela syuting Program Menjadi Indonesia di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, pada Sabtu (22/8/2026).


"Untuk generasi muda NU, saya harapkan tetap berjalan di atas prinsip-prinsip ke-NU-an walaupun tentu tidak berpikir statis, tapi dinamis, tapi tidak kehilangan landasan berpikir, akar cara berpikirnya itu," jelasnya.


Ia menilai generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai NU, terutama ketika para sesepuh menyampaikan seruan moral terkait kondisi organisasi. Menurutnya, seruan tersebut perlu direspons dengan gerakan moral yang mampu menyadarkan warga NU.


"Bagaimana gerakan moral itu untuk menyadarkan seluruh warga NU, khususnya yang memiliki tanggung jawab dalam kaitannya Muktamar," jelasnya.


Kiai Ma'ruf menekankan bahwa gerakan tersebut harus mendorong seluruh pihak agar tetap menjalankan Muktamar sesuai dengan Khittah dan akhlak NU sebagaimana diharapkan para sesepuh.


"Tapi bentuknya bukan seruan, tapi gerakan-gerakan memberikan pengertian-pengertian secara masif supaya kembali kepada cara-cara NU," jelasnya.


Ia menegaskan, generasi muda NU perlu memberikan pemahaman secara masif kepada warga agar kembali menerapkan cara-cara NU dalam berpikir, mengambil keputusan, dan menjalankan gerakan.


"Cara berpikirnya, pengambilan keputusannya, gerakan-gerakannya," jelasnya.


Sebelumnya, Kiai Ma'ruf bersama para kiai sepuh menyampaikan seruan moral atas dorongan rasa keprihatinan dinamika berkembang menjelang Muktamar Ke-35 NU.


"Adanya isu-isu mengkhawatirkan karena ditandai cara tidak terpuji untuk upaya-upaya dalam Muktamar yang akan datang," katanya di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Kamis (20/8/2026).

 
Karenanya, ia menegaskan, Muktamar Ke-35 NU ini jangan dicederai dengan isu-isu, utamanya masalah Ahlul Halli wal Aqdi. Sebab, mereka yang terpilih dalam forum tersebut adalah representasi para ulama untuk memilih rais aam yang lahir dari hati nurani.


Ahlul Halli wal Aqdi merupakan representasi ulama terbaik yang memiliki kapasitas dan integritas, bukan karena titipan atau pesanan pihak manapun.


Kiai Ma'ruf menegaskan, Muktamar harus berjalan sesuai akhlak NU, tidak diikutcampurkan pihak mana saja. "Berjalan sesuai hati nurani dan sesuai akhlak NU," pungkasnya.