KH Syaifullah Amin: Bentengi Generasi Muda dari Dampak Buruk Media Sosial dengan Pendidikan Agama
Selasa, 28 Juli 2026 | 07:00 WIB
Pengurus LTM PBNU/Ketua IKAQ Jabodetabek, KH Syaifullah Amin saat Tabligh Akbar di Masjid Nurul Huda Cibunian Pamijahan Bogor, Ahad (26/7/2026). (Foto: istimewa)
Bogor, NU Online
Di era digital yang makin canggih, masyarakat diharapkan tidak terpengaruh oleh dampak buruk media sosial. Masyarakat harus pandai-pandai menggunakan gadget dan sosial media untuk keperluan yang positif seperti pendidikan dan perdagangan.
Demikian poin-poin penting yang disampaikan pengurus Lembaga Takmir Masjid (LTM) PBNU, KH Syaifullah Amin dalam acara Tabligh Akbar di Masjid Nurul Huda Cibunian Pamijahan Bogor, Ahad (26/7/2026).
Menurutnya, globalisasi dunia tidak mengecualikan masyarakat yang tinggal di pedesaan atau pegunungan dari efek negatif globalisasi dan sosial media.
"Meski tinggal jauh dari keramaian kota, masyarakay pedesaan memiliki resiko yang sama terkait dekadensi moral dan jiwa individualisme akibat digitalisasi dan media sosial yang terus berkembang" katanya sebagaimana dalam rilis yang diterima NU Online, Selasa (28/7/2026).
Karenanya, lanjut pria yang akrab disapa Kang Amin ini, masyarakat harus terlibat aktif dalam membentengi pengaruh buruk handphone dengan terus mengkampanyekan dan menularkan nilai-nilai kebaikan serta nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
"Pendidikan generasi muda adalah salah satu hal terpenting dalam membentengi masyarakat dari pengaruh buruk media sosial. General muda yang berakhlakul Karimah adalah modal dasar dari kelestarian hal-hal positif dalam masyarakat," tutur Ketua Alumni Ikatan Keluarga Alumni Qudsiyyah (IKAQ) di Jabodetabek dan Sekitarnya ini.
Generasi yang dididik dan ditananamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini memiliki potensi yang lebih besar untuk tumbuh dengan lebih baik dan bermartabat dibantingkan generasi yang jauh dari nilai-nilai agama.
"Mendidik generasi muda sejak dini dengan menanamkan nilai+nilai dan perilaku yang sesuai tuntunan agama adalah syarat utama dalam melanggengkan keberkahan. Masyarakat yang agamis dan mendidik generasi mudanya sejak dini secara agamislah yang layak berharap terwujudnya baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur (negeri damai yang diberkahi Tuhan," tandas dai yang akrab disapa Kang Amin ini.
Lebih lanjut Kang Amin menjelaskan, generasi muda bukan hanya harus diselamatkan dari dampak buruk globalisasi dan digitalisasi, terapi juga harus mendapatkan contoh yang baik dari para orang tua dan pemuka masyarakat. Sehingga, kata dia, bukan hanya generasi muda yang harus pandai-pandai menggunakan gadget tetapi juga para orang tua harus mencontohkan penggunaan perangkat elektronik secara positif.
Ceramah bertema Menguatkan Iman di Era Digital: Membangun Generasi Berakhlak dan Masyarakat Berkah dalam acara Tabligh Akbar ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat mahasiswa Pendidikan Agama Islam Universitas Negeri Jakarta (PAI UNJ) bekerjasama dengan IKAQ Jabodetabek dan Pengurus Cabang Fatayat NU Kabupaten Bogor yang digelar selama seminggu sejak tanggal 22 Juli 2026.
Sebelumnya, dalam acara Bhakti Sosial dan pengabdian masyarakat ini juga digelar Medical Check Up (MCU) dan pengobatan gratis, bazar murah, pembagian Al-Qur'an dan buku-buku keagamaan serta gerakan penanaman pohon.