Malang, NU Online
KH Marzuki Mustamar terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur pada perhelatan Konferensi Wilayah (Konferwil), Ahad (29/7). Kiai dari Kanigoro Blitar tersebut akan mendampingi KH Anwar Manshur sebagai Rais PWNU Jawa Timur masa khidmat lima tahun mendatang.
Sebagai nakhoda baru, Kiai Marzuki langsung menegaskan komitmennya untuk terus membesarkan NU dan berkhidmat kepada kiai. "Saya akan berkhidmat kepada NU dan kiai,” katanya, Selasa (31/7).
Kiai yang juga dosen di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut juga mengungkapkan cita-citanya mewujudkan NU Jawa Timur memiliki masjid sendiri. Masjid berukuran besar yang mampu menampung lebih dari sepuluh ribu jamaah. "Kita ingin NU (Jawa Timur) memiliki masjid sendiri dengan jumlah jamaah di atas sepuluh ribu,” katanya.
Pada Konferwil NU Jatim yang berjalan teduh di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, (28-29/7), Kiai Marzuki mengungguli dua kandidat lainnya, yakni KH Abdul Hakim atau Gus Kikin dan KH Abdul Nasir Badrus.
Keinginan besar pengasuh Pondok Pesantren Sabilur Rasyad Malang ini pada kepengurusan NU lima tahun mendatang akan membawa Nahdliyin Jatim semakin guyub dan rukun. Juga berupaya lebih menyemarakkan tradisi NU, seperti tahlil, shalawatan dan manakib. "Semua yang di bawah bendera NU akan lebih semarak,” kata kiai dari Kanigoro Blitar tersebut.
Hal lain yang juga menjadi garapan serius nantinya adalah meningkatkan mutu dan kualitas seluruh lembaga di bawah NU, termasuk berencana membentuk satuan tugas atau satgas pendampingan.
Di bawah kepemimpinannya juga akan menginventarisir para pelajar yang memiliki potensi. “NU akan mengawal hingga yang bersangkutan masuk perguruan tinggi,” ungkapnya. Karena saat masuk kampus, Kiai Marzuki tidak ingin generasi potensial tersebut diambil kelompok radikal dan berbalik melawan NKRI, lanjut kiai yang secara rutin mengisi Kajian Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Kiswah) tiap Sabtu malam di mushalla PWNU Jatim tersebut.
Kiai Marzuki sangat sedih apabila ada pelajar berprestasi dan melanjutkan studi ke kampus, ternyata justru melawan Pancasila. "Jangan sampai pulang dari kampus menentang Pancasila, mengafirkan orang tuanya. Itu tidak boleh," tegasnya.
Di akhir pembicaraan, Kiai Marzuki berharap NU Jatim mampu menggerakkan antara kekuatan jamaah atau kultur dan jamiyah, struktur yang ada. “Ini untuk bersama meneguhkan NU sebagai payung umat dan bangsa,” pungkasnya. (Susi/Ibnu Nawawi)