Lembaga Falakiyah PBNU Instruksikan Rukyatul Hilal Awal Sya'ban 1447 H
Senin, 19 Januari 2026 | 12:00 WIB
Jakarta, NU Online
Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) menginstruksikan kepada seluruh perukyah NU untuk dapat melakukan rukyatul hilal awal bulan Sya'ban 1447 H. Hal ini mengingat bulan Rajab 1447 H telah menemui penghujungnya.
Instruksi tersebut disampaikan melalui Surat Instruksi Rukyah Rajab 1447 H nomor 115/PB.08/A.II.08.13/13/01/2026 yang ditandatangani Ketua LF PBNU KH Sirril Wafa dan Sekretaris LF PBNU H Asmui Mansur pada Ahad (18/1/2026).
Lembaga Falakiyah PBNU menginstruksikan kepada para perukyah Nahdlatul Ulama se–Indonesia untuk melaksanakan rukyatul hilal awal Sya'ban 1447 H pada hari Senin Legi, 29 Rajab 1447 H / 19 Januari 2026 M. Pelaksanaan rukyatul hilal ini harap disampaikan melalui WhatsApp Group LFNU se-Indonesia.
LF PBNU memohon agar hasil rukyah dapat dilaporkan secara lengkap hanya melalui formulir: https://bit.ly/Syaban1447NU.
Sebagai informasi, data hisab menunjukkan hilal akhir Rajab 1447 H atau bertepatan dengan Senin Legi, 19 Januari 2026 M adalah 6 derajat 07 menit 12 detik dengan elongasi 7 derajat 55 menit 25 detik dan lama hilal di atas ufuk 28 menit 10 detik. Sementara ijtimak (konjungsi) terjadi pada Senin Legi, 19 Januari 2026 M pukul 02:52:04 WIB.
Sementara itu, letak Matahari terbenam pada posisi 20 derajat 31 menit 30 detik utara titik barat, sedangkan letak hilal berada pada posisi 20 derajat 43 menit 44 detik utara titik barat dengan kedudukan hilal pada 0 derajat 12 menit 14 detik utara Matahari.
Hasi perhitungan di atas dilakukan pada Senin Legi, 29 Rajab 1447 H/19 Januari 2026 M untuk titik markaz Jakarta, tepatnya di Gedung PBNU Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat (koordinat 6º 11’ 25” LS 106º 50’ 50” BT). Perhitungan ini dilakukan dengan metode falak (hisab) tahqiqi tadqiki ashri kontemporer khas Nahdlatul Ulama.
Adapun parameter hilal terkecil itu terdapat di Kota Merauke, Provinsi Papua Selatan. Ketinggian hilal di sana mencapai 5 derajat 16 menit dan elongasi hilal hakiki 6 derajat 59 menit, serta lama hilal di atas ufuk 24 menit 38 detik.
Baca Juga
Doa-Doa yang Dianjurkan di Bulan Syaban
Sementara tinggi hilal terbesar terjadi di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu. Ketinggian hilal di sana mencapai 6 derajat 12 menit, elongasi hilal hakiki 8 derajat 02 menit, dan lama hilal di atas ufuk 28 menit 26 detik.
Data di atas menunjukkan bahwa hilal sudah berada di atas ufuk, dan sudah memenuhi kriteria imkanurrukyah. Pasalnya, tinggi hilal belum di atas 3 derajat dan elongasi lebih dari 6,4 derajat.