Komika Rembang Bangun Solidaritas dan Kritik Sosial lewat Stand Up Comedy
NU Online Ā· Rabu, 20 Mei 2026 | 19:00 WIB
Masyarakat Rembang menghadiri Sarangtawa Jilid II dari komunitas Standupcomedy Rembang yang diselenggarakan di Diimah Cafe Sarang. (Foto: dok istimewa/ Machzun)
Ayu Lestari
Kontributor
Rembang, NU Online
Di tengah situasi sosial-ekonomi yang dirasakan semakin berat oleh masyarakat kecil, komunitas stand up comedy di Kabupaten Rembang memilih satu cara yang mungkin terdengar sederhana: menertawakan kenyataan. Namun, di balik tawa itu tersimpan kegelisahan, kritik sosial, sekaligus solidaritas yang tumbuh kuat di antara para pelaku seni komedi lokal.
Salah satunya datang dari Machzun Zabidi, komika asal Sale, Rembang, yang tengah menyiapkan pertunjukan tunggal dengan judul yang telah ia simpan sejak dua tahun lalu saat masih berkuliah di Universitas Terbuka (UT) Salut Kartini Rembang. Baginya, judul tersebut bukan sekadar nama pertunjukan, melainkan simbol realitas hidup masyarakat akar rumput.
āJudul itu punya makna ganda, tentang urusan perut dan juga urusan per-UT. Sedikit banyak UT mengantarkan saya ada di titik ini, baik secara pekerjaan maupun akademik,ā ujar Machzun kepada NU Online, Rabu (20/5/2026).
Lebih jauh, ia menilai pertunjukan tersebut ingin mewakili suara masyarakat kecil yang bekerja keras di tengah keterbatasan ekonomi.
āHarapannya bisa mewakili teman-teman akar rumput yang kerjanya berat, susah sekali, tapi gajinya hanya āmak plukā, sekadar lewat dan tidak sebanding dengan risikonya. Tapi tetap dipertahankan demi keluarga tetap kenyang,ā tambahnya.
Di tengah derasnya perdebatan politik dan kritik terhadap pemerintah yang kerap hadir dalam format formal dan serius, stand up comedy justru menawarkan pendekatan berbeda. Menurut Machzun, komedi menjadi ruang alternatif bagi masyarakat yang mulai jenuh dengan pola komunikasi politik konvensional.
āSebenarnya masih banyak metode lain yang mungkin lebih pas untuk kritik pemerintah. Tapi stand up punya tempat tersendiri untuk masyarakat yang sudah lelah dengan kabar politik terus-menerus. Stand up datang dengan pukulan ke atas, tapi tetap menggelitik masyarakat kecil,ā paparnya.
Dalam materi pertunjukannya nanti, berbagai persoalan publik yang dekat dengan kehidupan warga akan menjadi sorotan. Mulai dari jalan utama yang berlubang, sulitnya lapangan pekerjaan, rendahnya UMK, hingga isu Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) yang belakangan ramai diperbincangkan masyarakat.
āKarena memang sudah banyak suara sumbang di luar sana terkait isu-isu itu,ā katanya.
Berbicara tentang solidaritas, Machzun menyebut dukungan terhadap komunitas stand up comedy di Rembang tidak hanya datang dari komika aktif, tetapi juga para senior yang sudah lama vakum.
āAlhamdulillah solidaritas antar-komika di Rembang sangat bagus. Senior-senior yang sudah lama vakum pun ikut membantu secara moral, tenaga, bahkan material,ā tandas Machzun.
Dukungan itu juga datang dari pendiri Stand Up Indo Rembang (SIR), Galih Soejiwo, yang disebut aktif membantu membuka peluang sponsor agar pertunjukan dapat terlaksana dengan baik.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa komunitas komika di Rembang tidak sekadar menjadi ruang hiburan, tetapi juga tumbuh sebagai ruang kolektif untuk saling menguatkan di tengah keresahan sosial yang sama.
Meski berasal dari latar belakang dan sudut pandang berbeda, para komika di Rembang disebut tetap memiliki titik temu ketika berbicara tentang persoalan sosial dan pemerintahan.
āKami sering tidak sependapat karena background dan sudut pandang masing-masing berbeda. Tapi ketika yang menyeruak adalah isu sosial-politik dan pemerintahan, sepertinya kami satu suara,ā ucapnya.
Ia menilai para komika memiliki tanggung jawab moral dalam menyampaikan keresahan publik. Sebab, materi komedi yang dibawakan di atas panggung maupun di media sosial dapat memengaruhi cara pandang masyarakat terhadap suatu persoalan.
āSedikit banyak apa yang kami sampaikan akan memberi insight baru pada masyarakat. Tapi kalau cara membahasnya terlalu sensitif, bisa berbalik menjadi kemarahan atau ketersinggungan kepada kami,ā ujarnya.
Dalam pandangan Machzun, stand up comedy pada dasarnya merupakan medium untuk membangun perspektif dan melempar opini kepada penonton. Karena itu, komedi juga dinilai tidak lepas dari kepentingan politik.
āTak sedikit komika yang bisa dititipi materi untuk menjilat pejabat atau bahkan terang-terangan menjadi buzzer,ā katanya.
Pernyataan tersebut menjadi refleksi bahwa panggung komedi hari ini tidak lagi sekadar ruang hiburan, tetapi juga arena pertarungan narasi di tengah situasi politik dan sosial yang semakin kompleks.
Lebih dari sekadar pertunjukan tunggal, Machzun berharap acaranya nanti dapat membuka ruang diskusi publik yang lebih cair dan sehat di Rembang. Ia membayangkan sebuah forum tempat masyarakat bisa duduk bersama, membahas persoalan, lalu menertawakannya bersama-sama.
āUntuk itu, mari kita bedah dan ketawain bersama,ā sahutnya.
Baginya, kemampuan menertawakan persoalan hidup merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan mental masyarakat. Ia meyakini ruang-ruang komedi dan diskusi publik dapat membantu meredam tekanan sosial yang selama ini dirasakan warga.
āKalau masalah besar saja bisa kita tertawakan dan ajak bercanda, pasti masalah kecil tidak akan jadi kendala,ā terangnya.
Komunitas Stand Up Indo Rembang sendiri disebut tengah memiliki mimpi lebih besar, yakni membawa stand up comedy masuk ke kampus-kampus di Rembang. Mereka ingin membuka ruang baru bagi mahasiswa, aktivis, dan akademisi untuk menyampaikan gagasan secara lebih kreatif dan komunikatif, bukan hanya melalui demonstrasi jalanan.
āSaya yakin para aktivis dan akademisi punya banyak argumen yang dipendam tanpa ada tempat untuk meluapkannya selain demonstrasi,ā sambung Machzun.
Di tengah berbagai harapan tersebut, ia menutup pernyataannya dengan nada bercanda khas seorang komika. āKalau semua itu terwujud, saya akan pulang ke Sale menjadi rakyat biasa,ā pungkasnya.
Terpopuler
1
Melalui PBNU, YANMU Salurkan 11 Ambulans dan 1.000 Al-Quran untuk PWNU dan PCNU
2
Nasirun, Keluarganya, dan Tarekat
3
Disertasi tentang Orientasi Doktrinal NU Antar Asikin Sumarto Raih Doktor di University of Jordan
4
PBNU Pastikan Pesantren Tambakberas Siap Tampung 3.000 Lebih Peserta Muktamar Ke-35 NUĀ
5
Masuk Bursa Bakal Calon Ketua Umum PBNU, Ini Kiprah dan Profil KH Marsudi Syuhud
6
Baznas Ajak Elemen Bangsa Perkuat Persatuan melalui Gerakan Zakat
Terkini
Lihat Semua