LF PBNU Instruksikan Rukyatul Hilal Awal Muharram 1448 H Sore Ini
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Jakarta, NU Online
Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) menginstruksikan kepada seluruh perukyah NU untuk melakukan rukyatul hilal awal Muharram 1448 H. Hal ini mengingat bulan Dzulhijjah 1447 H telah menemui penghujungnya.
Hal tersebut disampaikan melalui Surat Penjelasan Rukyah Jumadal Ula 1445 H nomor 145/PB.08/A.II.08.13/13/06/2026 yang ditandatangani Ketua LF PBNU KH Sirril Wafa dan Sekretaris LF PBNU H Asmui Mansur pada Ahad (14/6/2026).
"Lembaga Falakiyah PBNU menginstruksikan kepada para perukyah Nahdlatul Ulama se-Indonesia untuk melaksanakan Rukyatul hilal awal Muharram 1448 H pada hari Senin Pon, 29 Dzulhijjah 1447 H / 15 Juni 2026 M," demikian bunyi surat tersebut.
LF PBNU meminta agar pelaksanaan rukyah dilaporkan kepada LF PBNU melalui grup whatsapp Group LFNU se-Indonesia. "Pelaksanaan rukyatul hilal ini harap disampaikan melaluiWhatsApp Group LFNU se–Indonesia," lanjut surat tersebut.
Sementara hasil rukyah dimohon untuk dapat dilaporkan secara lengkap hanya melalui formulir: https://bit.ly/Muharram1448NU.
Hilal awal Muharram 1448 H saat ini sudah berada di atas ufuk, yakni tepatnya 2 derajat 01 menit 24 detik, dengan markaz Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, koordinat 6º 11’ 25” LS 106º 50’ 50” BT. Sementara konjungsi atau ijtimak bulan terjadi pada Senin Pon 15 Juni 2026 M pukul 09:55:14 WIB.
Sementara itu, letak matahari terbenam berada pada posisi 23 derajat 21 menit 58 detik selatan titik barat, sedangkan letak hilal pada posisi 28 derajat 30 menit 15 detik selatan titik barat.
Adapun kedudukan hilal berada pada 1 derajat 50 menit 15 detik selatan matahari dalam keadaan miring ke selatan dengan elongasi 9 derajat 31 menit 33 detik. Sementara lama hilal 37 menit 06 detik.
Berdasarkan metode falak yang sama pula, maka diketahui parameter hilal terkecil terjadi di Kota Merauke, Provinsi Papua Selatan dengan tinggi hilal mar’i mar’i 0 derajat 42 menit, elongasi hilal hakiki 5 derajat 37 menit, dan lama hilal di atas ufuk 5 menit 19 detik.
Sementara parameter hilal terbesar terjadi di Kota Sabang, Provinsi Aceh dengan tinggi hilal mar’i 3 derajat 37 menit, elongasi hilal hakiki 6 derajat 57 menit, dan lama hilal di atas ufuk 18 menit 30 detik.
Karena di seluruh Indonesia tinggi hilal adalah positif, maka pada saat matahari terbenam hilal sudah di atas ufuk. Sementara wilayah yang sudah memenuhi kriteria imkanur rukyah dengan tinggi hilal 3 derajat dan sudur elongasi 6,4 derajat hanya di Indonesia bagian barat, seperti Aceh. (edited)