Kegiatan Diskusi Penguatan Keluarga Sakinah Maslahat Berbasis Masjid di Masjid An-Nahdhah Lantai 2, PBNU, Jakarta Pusat pada Selasa, (19/5/2026).(Foto: NU Online/Herlyn).
Jakarta, NU Online
Penguatan keluarga perlu dimulai sejak sebelum pernikahan, terutama dengan membekali generasi muda pemahaman tentang tanggung jawab, komitmen, dan nilai keberkahan dalam kehidupan berkeluarga.
"Memang yang namanya pernikahan itu dipandang oleh anak-anak hari ini, Gen Z dan seterusnya, sesuatu yang rumit. Karena harus ada komitmen,” kata KH Ahmad Rosyidin, Pengurus Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU), di Masjid An-Nahdhah Lantai 2, Jakarta Pusat pada Selasa, (19/5/2026).
Baca Juga
Ini Lafal Niat Shalat Tahiyyatul Masjid
Ia mendorong generasi muda agar tidak semata mengikuti tren, melainkan memahami makna dan keberkahan dalam kehidupan berumah tangga.
"Maka, saya mengajak siapapun khususnya Gen Z coba menepi sedikit, jangan hanya mendengarkan medsos, jangan hanya mendengarkan tren, coba buka lembaran-lembaran buku tentang keberkahan sebuah keluarga, betapa kebahagiaan menjalin hubungan suami istri itu tidak bisa didapatkan kecuali melalui pintu itu," paparnya.
Sementara itu, Kasubdit Kemasjidan Kemenag Nurul Badruttamam mengatakan program tersebut telah dilaksanakan di sejumlah masjid. Tahap berikutnya, kegiatan serupa akan digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta.
Baca Juga
Membangun Keluarga Sakinah Dunia-Akhirat
"Dalam rangka penguatan keluarga Sakinah Mawadah Warahmah yang maslahah berbasis masjid. Ini sudah dilakukan beberapa tempat, pertama dari masjid-masjid untuk tahap kedua nanti di Masjid Istiqlal," katanya.
Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga dilakukan sebagai upaya penguatan keluarga sekaligus pencegahan persoalan rumah tangga di tengah tantangan kehidupan keluarga yang semakin kompleks dan tingginya angka perceraian.
"Sebagai program pencegahan (perceraian) dan penguatan (keluarga)," ujarnya.
Nurul mengatakan, Kemenag akan memperluas pelaksanaan program ke beberapa lokasi pada bulan ini melalui kolaborasi dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI), Lembaga Takmir Masjid (LTM), dan sejumlah ormas berbasis masjid.
"Di bulan ini kita akan ada beberapa tempat ya nanti kita akan kerjasama dengan DMI, dengan LTM dengan ormas-ormas yang berbasis masjid," katanya.
Ia menjelaskan, program ini juga menyasar generasi muda dan calon pasangan menikah sebagai bekal sebelum memasuki kehidupan pernikahan.
"Kementerian Agama juga sama, ada namanya Binwin jadi bimbingan pernikahan atau perkawinan. Sebelum menikah, dia harus wajib ikut. Calon suami dan istri harus mengikuti Binwin di kantor urusan agama," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid An-Nahdlah PBNU KH Syathiri Ahmad menegaskan komitmennya membuka ruang kolaborasi bagi kegiatan keumatan, pendidikan, dakwah, serta penguatan sosial kemasyarakatan.
"Saya berharap kepada Bapak Direktur Urais, pertama, program ini terus dilanjutkan secara berkesinambungan, diperkuat sinerginya dengan masjid-masjid lembaga pendidikan dan organisasi kemasyarakatan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh umat," katanya.
Lebih lanjut, Syathiri terbuka bahwa Masjid An-Nahdhah tetap menjadi ruang kolaborasi dalam kegiatan-kegiatan keumatan, pendidikan, dakwah, dan penguatan sosial kemasyarakatan demi terwujud masyarakat maslahah.
Sebagaimana informasi, kegiatan ini digelar Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah (Urais dan Binsyar) Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) dalam rangka memperkuat program keluarga sakinah maslahat berbasis masjid. Hal ini dilakukan melalui kerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Lembaga Takmir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM PBNU).
Kontributor: Nisfatul Laila