Nasional

Mendiktisaintek Targetkan 62,95 Persen Lulusan Perguruan Tinggi Langsung Bekerja pada 2026

Selasa, 3 Februari 2026 | 17:00 WIB

Mendiktisaintek Targetkan 62,95 Persen Lulusan Perguruan Tinggi Langsung Bekerja pada 2026

Suasana ruang rapat Komisi X DPR (Foto: NU Online/Fathur)

Jakarta, NU Online 

 

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menetapkan target agar 62,95 persen lulusan perguruan tinggi dapat langsung memasuki dunia kerja dalam kurun waktu satu tahun setelah kelulusan pada 2026. Target tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Selasa (3/2/2026).

 

Brian menyampaikan target serapan kerja lulusan perguruan tinggi itu menjadi bagian dari implementasi visi dan misi Kemendiktisaintek periode 2025–2029.

 

Menurutnya, pemerintah berupaya memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia kerja baik sebagai karyawan maupun wirausaha.

 

Brian juga menguraikan capaian angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi. Pada 2025, APK pendidikan tinggi tercatat sebesar 32,89 persen atau terealisasi 96,91 persen dari target 33,94 persen. Untuk 2026, Kemendiktisaintek menargetkan APK pendidikan tinggi meningkat menjadi 34,92 persen.

 

Selain itu, Brian menjelaskan capaian indikator lulusan pendidikan tinggi yang langsung bekerja dalam jangka waktu satu tahun setelah kelulusan pada 2025. Ia menyebut, realisasi indikator tersebut telah melampaui target yang ditetapkan pemerintah.

 

"Persentase lulusan pendidikan tinggi yang langsung bekerja dalam jangka waktu 1 tahun setelah kelulusan di tahun 2025 ini melebihi dari 62,16,persen ditetapkan targetnya mencapai realisasi 62,57 persen," katanya.

 

Ia juga memaparkan bahwa lulusan pendidikan tinggi yang langsung bekerja sebagai karyawan atau berwirausaha dalam waktu satu tahun setelah kelulusan pada 2025 mencapai 93,97 persen dari target 83 persen. Sementara pada 2026, pemerintah menargetkan angka tersebut berada di level 84,22 persen.

 

Adapun untuk pendidikan tinggi vokasi, Brian menyebut persentase lulusan yang bekerja sesuai dengan bidang pendidikannya dalam jangka waktu satu tahun setelah kelulusan mencapai 127,03 persen dari target 44,88 persen. Berdasarkan proyeksi Kemendiktisaintek, target untuk indikator tersebut pada 2026 ditetapkan sebesar 46,38 persen.

 

Namun demikian, paparan tersebut mendapat tanggapan kritis dari anggota Komisi X DPR RI, Ratih Megasari Singkarru. 

 

Ia menilai data yang disampaikan pemerintah belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil yang dihadapi generasi muda saat ini.

 

"Ini terlalu indah jika disandingkan di lapangan. Sedangkan keseharian kita mungkin kalau misalkan kita sering nongkrongin sosmed begitu kita banyak mendengar keluhan terkhususnya anak-anak muda sangat sulit mencari lapangan pekerjaan," jelasnya.

 

Ratih pun meminta Mendiktisaintek memberikan penjelasan lebih rinci mengenai strategi konkret pemerintah agar target tersebut dapat tercapai di tengah tantangan ketenagakerjaan yang masih dirasakan luas oleh anak muda.

 

Selain itu, ia turut menyoroti data lulusan pendidikan tinggi vokasi. Menurutnya, pemerintah perlu menjadikan temuan tersebut sebagai peringatan dini apabila lulusan vokasi justru tidak terserap di dunia kerja sesuai dengan bidang keahlian yang ditempuh selama masa studi.