Nasional

Nilai dan Gagasan Mbah Wahab Jadi Panduan bagi Warga NU

Sabtu, 14 Februari 2026 | 19:15 WIB

Nilai dan Gagasan Mbah Wahab Jadi Panduan bagi Warga NU

dr Umar Wahid (tengah) memberikan tanggapan dalam bedah buku KH Wahab Hasbullah di Gedung Kemenhaj, Sabtu (14/2/2026). (Foto: Budianto)

Jakarta, NU Online

Sejumlah tokoh memberikan apresiasi atas terbitnya buku KH Abdul Wahab Hasbullah Pendiri dan Penggerak NKRI karya Abdul Mun'im DZ. Mereka menilai buku tersebut memuat pemikiran dan perjalanan hidup pendiri Nahdlatul Ulama secara lengkap dan mendalam.


Ketua Dewan Pembina Yayasan Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY), dr. Umar Wahid, mengatakan buku tersebut ditulis secara komprehensif mulai dari kiprah hingga akhir hayat Mbah Wahab.


"Saya melihat buku ini ditulis secara komprehensif, mulai dari kiprah sampai wafatnya Mbah Wahab. Buku ini memberikan pemahaman baru bagi warga NU karena ditulis secara lengkap,” ujar dr. Umar Wahid saat memberikan tanggapan dalam acara bedah buku di Gedung Kemenhaj, Sabtu (14/2/2026).


Sementara itu, mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuzy, menyebut Mbah Wahab sebagai sosok yang merepresentasikan NU secara utuh.

 

"Mbah Wahab adalah the living NU. Kalau ingin mengetahui cara berpikir NU, cukup membaca bagaimana Kiai Wahab bertindak," ungkapnya.

 

Ia menambahkan, kiprah Kiai Wahab di tubuh organisasi sangat panjang dan berpengaruh. “Kiai Wahab menjabat di NU selama 21 tahun, lebih lama dari Rais Aam Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari,” katanya.


Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Konservasi Arsip Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Dr. Kandar, menilai pentingnya kegiatan bedah buku ini untuk mengontekstualisasikan memori dan nilai-nilai yang diwariskan Kiai Wahab.

 

"Dengan adanya bedah buku ini, memori yang tersimpan tentang Mbah Wahab tidak hanya disimpan, tetapi juga dikontekstualisasikan, Kandar.

 

Ia menegaskan, semangat Kiai Wahab yang mampu menggerakkan ekonomi dan politik di masa lalu perlu diterapkan dalam konteks kekinian. 

 

"Dulu beliau bisa menggerakkan ekonomi untuk menopang politik, maka sekarang pun ekonomi harus kuat, masyarakat harus berdaya, dan pendidikan menjadi basis kecerdasan bangsa,” pungkasnya.